RSO Akan Dipidanakan Dua Nasabahnya Atas Dugaan Penggelapan uang, Ini Keterangan Advokat Alvin Lim

TERDEPAN.CO.ID, JAKARTA, – Raja Sapta Oktohari (RSO) mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang merupakan anak dari OSO Mantan Wakil Ketua MPR. RSO dilaporkan ke pihak kepolisian oleh 2 nasabahnya RS dan VS atas kerugian kurang lebih 18 Milyar rupiah atas dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,Jakarta Selatan,DKI Jakarta,(04/05/2020).

RS dan VS dijanjikan bunga antara 8-10 % per tahun atas dana yang mereka berikan ke PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP),RSO duduk sebagai Direktur Utama. Pihak MPIP melalui marketing menjamin bahwa dana pokok aman dan tidak akan hilang. 

Bacaan Lainnya

RS kepada LQ Indonesia Lawfirm menjelaskan,bahwa yang membuat tertarik adalah profil pemilik dan direksi perusahaan Mahkota yaitu RSO yang dijelaskan oleh marketing memiliki aset banyak dan figure top nasional. 

“Sertifikat utang yang diberikan oleh MPIP ada nama Raja Sapta Oktohari sebagai Direktur Utama, sehingga melihat nama besar RSO, kami percaya. Ternyata setelah jatuh tempo bukan hanya bunga tidak dibayar juga Pokok tidak dapat dicairkan, Padahal saya butuh sekali dana tersebut.”jelasnya RS.

Korban VS kepada LQ Indonesia Lawfirm menyampaikan kekecewaannya. “Tidak menyangka bahwa kepercayaan saya yang memberikan uang hasil kerja keras puluhan tahun kepada Perusahaan milik RSO disalahgunakan. Saya dan keluarga butuh dana tersebut untuk hari tua,” ucap VS dengan raut muka sedih. 

Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP dari LQ Indonesia Lawfirm menyayangkan bahwa reputasi dan nama baik keluarga RSO yang jadi tercemar dengan tidak dikembalikannya uang nasabahnya. 

“Sudah kami somasi 2x ke Raja Sapta Oktohari, selaku Direktur dan pemilik PT MPIP namun sama sekali TIDAK ADA ITIKAD BAIK untuk mengembalikan dana nasabahnya. Sehingga kami selaku kuasa hukum melaporkan RSO, dan Kawan-kawan ke Kepolisian dengan PASAL BERLAPIS atas dugaan pidana Penipuan, penggelapan, pidana perbankan dan pencucian uang.”ungkap Alvin.

Meurut Ahli pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, DR Dwi Seno Widjanarko, SH, MH mengatakan bahwa menurut bilyet sertifikat Surat yang dikeluarkan PT Mahkota Properti Indo Permata dengan jelas tertera tanggal jatuh tempo, sehingga ketika dana tidak dikembalikan ketika diminta oleh si pemilik maka unsur penggelapan sudah terpenuhi.

Dengan tidak dibalasnya somasi yang meminta dana dikembalikan maka si pelaku dengan sengaja tidak ada itikad baik atau sudah ada mens rea dalam hukum pidana. Polisi wajib memeriksa dan menindaklanjuti aduan masyarakat yang menjadi korban. 

Alvin Tim Advokat LQ Indonesia Lawfirm berharap,bersama kita awasi dan pantau jalannya proses hukum di kepolisian yang diurus oleh LQ Indonesia Lawfirm.

“ kita pastikan bersama agar hukum dapat ditegakkan dan kepolisian dapat bekerja secara profesional walau Terlapor adalah figure top nasional, namun semua sejajar di mata hukum supaya institusi kepolisian semakin Promoter (profesional, terpercaya dan modern),”pungkasnya.

Kepada masyarakat yang menjadi korban Penipuan Modus Investasi “jangan takut, harap segera menghubungi LQ Indonesia Lawfirm di hotline 0817-489-0999 agar dapat ditindaklanjuti”Tutupnya.

( Ardi )

TERDEPAN VIDEO

Pos terkait

KERUPUK IKAN TAMBAN ALREINA dengan takaran ikan TAMBAN yang lebih banyak sehingga menghasilkan citarasa ikan bangetzzzz dibanding dengan KERUPUK ikan TAMBAN Lainnya.