Seratus Hari Kerja Rudi Jabat ex Officio BP Batam, Jadi Rajaguguk Akan Demo Tunggal Besok

  • Whatsapp
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajaguguk

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-Warga Batam, yang juga sebagai pengusaha, Jadi Rajaguguk yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Ketua Kadin Batam, akan  melakukan demo tunggal  besok, Senin (06/01/2020) pada 100 hari kerja Walikota Batam, Rudi menjabat ex Officio BP Batam.

Dalam Demo tunggal tersebut, Dirinya akan menggunakan atribut pakaian Jas lengkap dengan Papan Tuntutan di depan dan belakang, dengan menggunakan peralatan pengeras suara Towa dan ikat kepala.

Muat Lebih

Pemberitahuan aksi demo

Jadi Rajaguguk dalam penyampaiaanya mengatakan, demo ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi di depan publik, tanpa harus hiruk-pikuk membawa rombongan yang banyak.

“Menyampaikan aspirasi didepan publik kan tidak harus rame-rame, “terangnya.

Ia mengatakan, pada 100 hari kerja Walikota Batam, Rudi yang sudah dinyatakan sah, menjabat Kepala BP Batam ex Officio, masih dirasakan banyak persoalan didalam dunia usaha dan masyarakat.

“ Sampai saat ini masih banyak persoalan yang belum terselesaikan selama 100 hari kerja Rudi menjabat ex-Officio, mulai dari soal kepastian hukum dalam berusaha,  pelayanan dan perijinan, soal masyarakat mencari nafkah, khususnya pedagang pasar dan UKM yang  di gusur, soal taxi online yg sampai saat ini tidak terselesaikan, “bebernya.

Menurutnya, dengan adanya satu komando, segala persoalan di Batam bisa cepat terselesaikan, namun kenyataannya, berbagai persoalan dimasyarakat justru tidak responsif.

“Batam Autopilot” seperti tidak ada penyelenggara daerah, masyarakat dibiarkan memutuskan sendiri, seperti ibarat hukum rimba, “jelasnya.

Jadi, juga menyayangkan tindakan Walikota Rudi yang dinilai belum sepenuhnya merealisasi janji yang telah dilontarkan kepada masyarakat pada saat Musrembang dikampung Belian Batam Kota, sebelum, ia ditunjuk menjadi Ex officio BP Batam.

“Belum lagi yang Rudi janjikan sebelumnya, saat Musrembang di Belian Batam Kota, berjanji akan membebaskan UWTO 200m rumah pemukiman, sertifikat Hak Milik, dan banyak lagi janji-janjinya, “rincinya.

Lanjutnya, saat ini khususnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di Batam, menurun drastik, program yang dijalankan, hanya satu arah berdasarkan selerah dan keinginan, bukan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat butuh mencari makan dengan aman terjamin, butuh kerja, butuh pendidikan, butuh kesehatan dan butuh kepastian, “terangnya.

Adapun Demo tunggal yang akan digelar besok pada pukul 08.00 wib s/d selesai di Kantor BP Batam di Batam Center ini, akan menuntut tiga poin penting yakni,

  1. 100 hari ex officio Kepala BP Batam tidak ada gebrakan yang signifikan, janji bebas UWTO 200m lahan perumahan dan sat justru menimbulkan ketidakpastian dalam berusaha, untuk itu diminta untuk mundur.
  2. Memohon kepada presiden Jokowi, agar mencabut PP 62 Tahun 2019 tentang perubahan kedua perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
  3. Kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan Bebas Batam (K-PBPB/Free Trade Zone (FTZ) Batam diperkuat, sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (K-PBPB) batam selama jangka waktu 70 Tahun dan rencananya KEK diwilayah FTZ Batam agar di BATALKAN!karena akan menurunkan daya saing Batam.

 

Redaksi

KadinBatam #BPBatam

Pos terkait