Dampak Ketika Ex Officio BP Batam di Jabat Walikota

  • Whatsapp
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajaguguk

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pelantikan ex-officio Kepala BP Batam di Gedung Menko Perekonomian, pada Jumat (27/09/2019) di Jakarta yang dijabat oleh H.M.Rudi sudah berlangsung sebulan lewat, dimana Rudi Walikota Batam telah dilantik langsung oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution yang juga Ketua Dewan Kawasan.

Berbagai pandangan dan pengamatan akan perkembangan perekonomian Batam ditangan Rudi yang saat ini menjabat, kepala dua Birokrasi terkeren di Batam, ini pun menjadi sorotan tajam oleh semua kalangan masyarakat, terkhusus para pengusaha dibawah naungan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajaguguk.

Muat Lebih

Melalui Perbincangan jaringan telepon selular, Jadi menyampaikan, dengan dirangkapanya Kepala BP Batam oleh Walikota, yang saat ini berlangsung hampir dua bulan, ikut berdampak pada perkembangan perekonomian Batam.

“Kalau berdampak sudah pasti berdampak dan ini akan menjadi tugas yang berat yang harus mampu diselesaikan oleh Rudi dengan baik,terkhusus penanganan persoalan Pasar Induk Jodoh, “terang Jadi.

Ia menyampaikan, sebelumnya Kadin sebagai mitra Pemerintah Kota Batam telah mengingatkan kepada Rudi untuk tidak mengambil jabatan tersebut dengan alasan untuk menyelesaikan urusan internal yang ada di Pemko Batam aja, tidak ada waktu, apalagi harus membagi tugas dengan menyelesaikan persoalan tugas dan jabatan yang harus diemban di BP Batam.

“Sebenarnya dari awal dulu, Saya sudah mengingatkan kepada Pak Rudi, bahwa Ia sebagai Walikota Batam saja, tugas dan tanggung jawab yang harus di selesaikan dalam urusan-urusan ekonomi internal itu pun tidak cukup waktu, untuk menyelesaikan persoalan itu, apalagi sekarang ini dengan jabatan sebagai Kepala BP Batam, “terangnya, Selasa (18/11/19).

Jadi menambahakan, antata tugas Pemko Batam dan penanganan permasalahan di BP Batam sangat jauh berbeda dimana BP menangani yang berkaitan dengan pelayanan anggaran dengan menciptakan bisnis baru sedangkan Pemko menangani permasalahan tentang masyarakat (rakyat), yang butuh perhatian secara serius.

“Kalau BP Batam yaitu melayani anggaran yang sudah tersedia, sedangkan  dunia usaha itu bagaimana bisa menciptakan bisnis baru, karena pemerintah pusat di daerah, namanya saja Badan Pengusahaan Batam, ya artinya menciptakan suatu usaha. Bagaimana mungkin Ia bisa memberikan waktu dan pemikirannya, satu sisi memikirkan rakyat dan harus menjalankan tugas sebagai Walikota di sisi lain bagaimana juga mengekspor apa yang menjadi pengembangan bisnis, “paparnya.

Menurutnya, dengan beban tugas dua birokrasi yang diembannya, sangat disayangkan dengan beban berat ini, yang harus ditanggung oleh Walikota Rudi.

“ Kita memang melihat ada perubahan revormasi namun revormasi dalam Pasar Induk di Batam, juga harus diperhatikan, dimana ada cara bagaimana masyarakat pedagang yang mencari makan mencari nafkah di sana itu bisa di fasilitasi karena Mereka juga mau mencari makan, “jelasnya.

Jadi menegaskan, sebagai ketua Kadin Batam yang bermitra dengan pemerintah, Dirinya yakin Walikota Batam, Rudi bisa bermanuver mempercepat perekonomian di Batam lebih baik lagi kedepannya.

“Saya sebagai ketua Kadin Batam sebagai mitra strategis pemerintah ikut mendukung pak Rudi, untuk mempercepat perekonomian di Batam, dengan segala kebijakan fiscal yang diraihnya, yang lebih gampang untuk bermanuver mengambil sebuah keputusan, namun jangan lama-lama seperti janjinya kemarin sebelum dilantik menjadi Kepala BP Batam Ex Officio, “tutupnya.

Penulis : IKA

 

 

 

Pos terkait