Hanya dengan Bersatu Untuk Bisa Maju

  • Whatsapp
Acara Sumpah Pemuda

TERDEPAN.CO.ID, TANJUNGPINANG- Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto menyerukan kepada seluruh pemuda di Kepulauan Riau agar tidak terpecah-belah dan tetap bersatu dalam barisan. Karena hanya dengan bersatulah untuk bisa maju.

Selain itu, Isdianto juga ingin agar para pemuda Kepri selalu memandang perkenbangan globalisasi informasi dan teknologi sebagai hal positif yang bisa dijadikan pijakan untuk menjawab tantangan dalam menghadapi persaingan global. Meskipun disisi lain, globalisasi juga ada sisi negatifnya.

Muat Lebih

“Bersatulah pemuda. Sesuai dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda kali ini, yakni ‘bersatu kita bisa’. Pemuda adalah harapan masa depan bangsa, maka jadilah pemuda yang cerdas, bijak, berakhlak, sopan, santun, jujur, berkarakter dan berwawasan luas,” kata Isdianto saat menjadi Irup dalam upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 dan Hari Listrik Nasional ke-74 di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (28/10).

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ini diawali dengan parade pakaian adat oleh rombongan Gubernur dan istri, kepala OPD, FKPD, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

Di era globalisasi, lanjut Isdianto, para pemuda tidak boleh hanya bertahan dari dampak yang kurang baik dari majunya teknologi. Namun harus bangkit dan memanfaatkan teknologi untuk ajang pembuktian bahwa pemuda Kepri, pemuda Indonesia bisa bersaing dan bahkan unggul dibidang teknologi. Sehingga dengan teknologi perekobomian hidup dan kesejahteraan terwujud.

“Jangan kalah, jangan terlena. Di zaman teknologi ini kita harus ikut berperan. Banyak peluang positif didalamnya. Makanya kita jangan hanya terbuai dengan bertahan saja. Ayo bangkit, ayo bersatu, karena hanya dengan bersatu kita bisa membangun negeri ini,” katanya.

*Listrik Untuk Kesejahteraan

Sementara itu, berkaitan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-71 Isdianto mengatakan bahwa selain untuk penerangan, listrik juga sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam mendongkrak bidang ekonomi industri yang menggunakan daya listrik.

“Kita berharap ketersediaan tenaga listrik dengan daya yang cukup, kualitas baik dan harga wajar utk masyarakat,” kata Gubernur.

Hingga 2019 ini kata Isdianto sudah 39 desa di Kepri yang teraliri listrik 100 pereen dengan durasi nyala 24 jam. Atai dengan total 3.932 rumah tangga. Adapun khusus untuk Natuna, Bintan dan Batam sudah 100 persen desanya teraliri listrik.

“Insya Allah sebagaimana dikataian oleh pihak PLN bahwa hingga pertengahan 2020 nanti dipastikan 100 persen seluruh desa di Kepri akan teraliri listrik.

Semoga dengan demikian ekonomi masyarakat akan berkembang dan kesejahteraan bisa dicapai,” katanya (*)

 

Pos terkait