Desa Cagar Budaya Nasional Longsor, Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi pemukiman warga yang dilanda longsor
Kondisi Tanah Longsor dipemukiman warga Desa Bawomataluo

TERDEPAN.CO.ID, NIAS SELATAN– Hujan yang mengguyur Kepulauan Nias diawal bulan Oktober 2019 menyebabkan longsor di pemukiman warga Desa adat Bawomataluo Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Jumat,  (11/10/2019)

Musibah longsor yang menimpa warga lorong Halamba’a Desa Bawomataluo mengakibatkan sekitar sepuluh rumah warga retak dan terancam ikut longsor.

Muat Lebih

Ahlan Wau mantan Camat Fanayama yang berdomisili di Desa Bawomataluo dan menjadi salah satu korban longsor, mengatakan jika musibah yang menimpa warga sama sekali tidak diketahui, karena kejadian nya pada malam hari yang disertai hujan lebat.

“Kejadian  longsor  di dekat pemukiman warga  ini terjadi malam hari, ketika esok pagi hari, baru kami mengetahui karena sebagian dapur kmi terbawa oleh longsor  ini” tutur Ahlan

Ditambahkan Ahlan, bahwa sebelumnya longsor pernah juga terjadi di Desa nya tetapi masih sedikit, namun longsor kali ini termasuk besar. Diperkirakan longsor kali ini panjangnya mencpai kurang lebih 50  meter, kedalaman sekitar 5 meter.

Kejadian ini kami telah laporkan ke badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Nisel, namun belum ada tindakan untuk penanggulangn sementara. Lanjut nya.

Dia dan warga lain berharap agar  pemerintah Kabupaten Nisel  segera mengambil tindakan agar longsor tidak meluas. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki akan semakin parah dan ketika musim hujan datang  warga semakin trauma.

Untuk penanganan sementara tokoh adat bersama warga Desa Bawomataluo mengadakan gotong royong menanam bambu, membersihkan saluran (drainase) dan mengumpulkan material seperti batu untuk bahan pekerjaan lanjutan.

Seperti diketahui bahwa Desa adat Bawomataluo merupakan salah satu daerah tujuan wisata budaya di Provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Nisel yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dan akan di daftarkan ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) sebagai Desa warisan Budaya Dunia.

Penulis: Ta’andro Manao

 

 

Pos terkait