Nurdin Basirun Batal di Terbangkan dari Bandara Hang Nadim oleh Tim KPK

  • Whatsapp
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun beserta rombongan, sebelum berangkat ke Jakarta sempat mau diterbangkan melalui Bandara Hang Nadim Batam oleh Tim KPK, namun dibatalkan dan diterbangkan melalui Bandara Tanjungpinang pada pukul 10.05 WIB dan tiba di Jakarta pada pukul 11.23 WIB.

Menejemen Lion Air Batam mengakui, data manifest penumpang atas nama Nurdin Basirun terjadwal berangkat pada pukul 08.35 WIB, melalui Bandara Hang Nadim Internasional Batam, namun sampai pesawat berangkat, rombongan yang terdiri dari 7 orang termasuk Nurdin Basirun, batal berangkat tanpa adanya pemberitauan kepada maskapai Lion Air Bandara Hang Nadim, Kamis (11/07/19).

Read More

“Beliau Nurdin Basirun rencananya tadi pagi akan berangkat ke Jakarta menggunakan Lion Air dan itu ada di data manifest namanya, memang ada, tetapi saat boarding beliau juga tidak ada muncul dan sudah kita cek juga tidak ada, jadi pak Nurdin itu memang benar-benar tidak ada berangkat menggunakan Lion melalui Batam, bahkan tadi pagi juga ada aparat kepolisian yang menanyakan kesini,”jelas Unggul.

Tiket pesawat yang digunakan rombongan Nurdin Basirun ke Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang

Diketahui dari pemberitaan sebelumnya, Nurdin Basirun ditangkap oleh KPK karena terjerat dalam kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta kasus dugaan penerimaan gratifikasi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama lima orang lainnya.

KPK menduga akan terjadi transaksi terkait perizinan rencana lokasi proyek reklamasi di Tanjung Piayu, Kepulauan Riau. Saat itu, KPK juga mengamankan uang sekitar 6.000 dollar Singapura. Uang ini diduga merupakan bagian dari transaksi terkait izin lokasi reklamasi tersebut. Selain gubernur, mereka yang terjaring OTT terdiri dari kepala dinas, kepala bidang, PNS, dan pihak swasta, “kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis malam

KPK juga menjerat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Edy Sofyan; Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP, Budi Hartono serta KPK juga menjerat pihak swasta bernama Abu Bakar.

Penulis : IKA

Kameramen : Bagus Alfianto

Sumber tambahan: Kompas.com

 

banner 300x250

Related posts