BP Batam Bidik Pelabuhan Batu Ampar Capai 2.5Jt TEUs Pertahunnya

  • Whatsapp
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi bersama asosiasi Block Chain Indonesia di Gedung IT Centre Kota Batam.

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Batam akan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang meningkat apabila dibarengi dengan fasilitas pelabuhan yang memadai dan berstandar Internasional, dengan target pemasukan 2.5Jt TEUs pertahunnya, Kamis (21/06/19) Hal ini disampaikan Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi usai acara “ Deklarasi Batam Digital Zone” bersama puluhan pengusaha yang tergabung dalam asosiasi Block Chain Indonesia di Gedung IT Centre Kota Batam.

Edy dalam keterangannya menyampaikan, selain memiliki wilayah geografis yang strategis berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia, Batam merupakan basis dagang antar Negara, untuk itu harus adanya perbaikan pelabuhan bongkar muat barang yang memadai.

Muat Lebih

Ia menambahkan Pelabuhan Batu Ampar merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dengan arus kedatangan kapal dan volume bongkar muat barang dan peti kemas yang tinggi sehingga lama masa sandar kapal sangat penting.

“Mulai Saya masuk sampai akhir hayat Saya di Batam ini, yang paling penting buat Saya, harus punya Pelabuhan bagus, sekarang kalau Saya mau jualan semuanya harus siap, “jelas Edy.

Menurutnya untuk memajukan Batam dan menarik investor maka hal pertama yang akan dilakukan adalah dengan menurunkan tarif bongkar muat pelabuhan dengan menggunakan sistem aplikasi Block Chain seperti logistic Block Chain.

“Janji pertama Saya adalah penurunan tarif dengan menggunakan sistem “Blok Chain” bisa ( Logistic blok Chain) jadi tidak hanya door to door saja, tapi port to port dan juga bisa handling atau order saja, “terangnya dengan santai.

Lanjut Edy, berkaca dari pengalaman Negara tetangga Singapura. Batam harus terus berinovasi dengan perbaikan sistem yang ada, baik dari segi management, container management dan lain-lainnya.

“Dan Saya harus mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar itu kedepannya punya pemasukan 2,5jt TEUs pertahunnya dimana sekarang ini hanya berkisar 800 ribu TEUs saja, padahal Batam berada di wilayah ekonomi yang luar biasa, kok masih seperti itu, nampak kere banget, “ paparnya berseloroh.

Namun demikian, Edy menjelaskan bahwa BP Batam tidak hanya terfokus pada jasa layanan Pelabuhan Batu Ampar tapi juga akan memanfaatkan layanan seperti Bandara Hang Nadim, Kabil Sekupang dengan memanfaatkan aplikasi sistim Block Chain.

“Kita jangan hanya tergantung pada Pelabuhan Batu Ampar, namun Kita juga bisa menggunakan Bandara Hang Nadim, Kabil Sekupang dengan memanfaatkan sistem “Block Chain”, “tutupnya.

Dipenghujung keterangnnya, Edy menegaskan Batam memiliki keunggulan yang kompetitif.

“Keunggulan Batam yang kompetitif yaitu Batam Free Trade Zone, special ekonomi Zone, BLB dan banyak sekali keunggulan lainnya, “tutupnya.

Penulis : IKA

Foto : Bagus

 

Pos terkait