Merasa Terzolimi, Karyawan BP Batam Sepakat Bubuhkan Tandatangan di Kain Putih

  • Whatsapp

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Beginilah cara karyawan Badan Pengusahaan (BP) Batam meluapkan rasa kecewa dan aspirasi protes terhadap pemerintah pusat yang akan melakaksanakan Ex-Officio Kepala BP Batam, yang akan dijabat rangkap oleh seorang Walikota yang dipilih masyarakat karena politik praktis.

Ribuan Karyawan BP Batam sembari ngabuburit menunggu waktu buka puasa, memberikan aksi protes kepada pemerintah secara spontan dengan memasang dan membentangkan spanduk penolakan EX-officio di areal kantor milik otorita, Kamis (09/05/19).

Read More

Sedikitnya sebanyak 50 bentangan spanduk yang berisikan kekecewaan dan penolakan Ex-officio yang dinilai telah bertentangan dengan Undang-undang dan norma pemerintahan serta meminta pemerintah untuk mengkaji ulang dan tidak menjadikan BP Batam sebagai korban kepentingan politik yang akan merusak Batam, karna ambisi penguasa dengan napsu politik praktisnya yang akan menghancurkan masa depan ekonomi Batam dimata Internasional.

Pemasangan spanduk tersebut berada di Pelabuhan, Sekupang, Batu Ampar, Nongsa, Bandara Hang Nadim, Rumah Sakit BP Batam dan di Gerbang serta tembok dan pagar kantor BP Batam yang juga berseberangan kantor Pemko Batam.

Aksi protes selain pemasangan spanduk juga diwarnai dengan membubuhkan tandatangan pada bentangan kain putih sepanjang 15 meter kali 1.5 meter, yang terpajang tepat dipintu masuk kawasan Otorita.

Tak hanya itu aksi protes juga dibarengi dengan orasi untuk menyampaikan aspirasi seluruh karyawan BP Batam yang diwakili oleh Anggota, mantan karyawan dan LSM SRK, yang mendukung keberadaan BP Batam dengan ikut menolak Ex Officio diterapkan di Batam tanah bumi Gurindam.

“ Jangan jadikan Batam sebagai ajang percobaan napsu para penguasa yang dipilih karena politik praktis, Ex Officio tidak sesuai dengan norma pemerintah, Kami karyawan dengan tegas menolak ex officio dan tidak mau diobok-obok tetangga yang telah berambisi akan menguasai BP Batam karena napsu politik praktis, jangan jadikan BP Batam uji coba sehingga mengorbankan ribuan karyawan yang tulus mengabdi pada kemajuan Batam, “seru sang orator yang disambut karyawan yang lainnya.

Ketua Umum LSM SRK, Rosano juga menyampaikan pemasangan spanduk ini adalah bentuk demokrasi karyawan BP Batam yang harus dihargai khusunya Pemko Batam.

“ Pemko harusnya menghormati aspirasi karyawan BP Batam, jangan malah membuat masalah dengan mau mencopot spanduk yang dipasang didalam area sendiri, kalau mau copot bilang sama Saya, karena Saya yang memasang,” tutur Rosano menyindir sinis.

Berbeda dengan Humas BP Batam, Taufan menyampaikan, aksi ini murni aspirasi karyawan BP Batam yang merasa terzolimi dan meminta perhatian pusat untuk mengkaji ulang sebelum keputusan tersebut diberlakukan.

Penulis : IKA

 

 

 

 

 

Related posts