Bisnis Pergudangan Tanpa Papan Nama Menjamur, Dinas Terkait Lemah Pengawasan

  • Whatsapp
Gudang yang berada di jalan Kijang Lama
Gudang yang berada di jalan Kijang Lama

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Papan nama perusahaan adalah  identitas legal bagi pengusaha untuk menjalankan usahanya. Salah satunya, bisnis pergudangan. Namun, apa daya, pergudangan yang berada di Kota Tanjungpinang banyak yang tidak memiliki plang nama perusahaan, untuk menjalankan usahanya.

Padahal sesuai aturan, syarat utama mendirikan suatu usaha terutama perusahaan, yang memiliki investasi ratusan bahkan miliaran rupiah wajib memasang papan nama. “Itu sesuai aturan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah.

Muat Lebih

Gudang yang berada di jalan Rawasari

Lemahnya pengawasan,  membuat bisnis pergudangan tanpa papan nama di Tanjungpinang tumbuh menjamur dan belum diketahui, apakah gudang tersebut terdaftar di dinas perizinan atau sebaliknya tidak memiliki ijin alias Ilegal. Menariknya, puluhan perusahaan ini sudah beroperasi bertahun-tahun tapi enggan memasang papan nama dengan tujuan yang diduga menghindari pajak.

TERDEPAN mencoba investigasi ke pergudangan yang berada di Kota Tanjungpinang, salah-satunya berada di jalan Rawasari menuju jalan Kijang Lama.

Didepan gudang tersebut, tidak nampak papan nama perusahaan yang biasa ditempelkan sebagai identitas kegiatan perusahaan serta perijinannya, agar dinas terkait bisa memantau semua aktifitas didalamnya.

Lebih parahnya lagi, keberadaan perusahaan tanpa papan nama ini sudah dikatahui Pemkot tapi anehnya hingga saat ini belum ada tindakan penertiban. Bahkan dari pantauan, jumlah perusahaan yang tidak menggunakan papan nama dari tahun ke tahun terus bertambah jumlahnya tapi tidak ditertibkan.

Gudang tanpa nama yang berada di jalan Rawasari ini, memiliki tembok  pagar tinggi mencapai 3 meter dengan pintu rolling door. Belum diketahui pasti, modus yang dilakukan oleh pengusaha  gudang tidak memasang papan nama, apakah untuk menghindari pajak atau ada modus yang terselubung lainnya, agar tidak terpantau secara transparan oleh aparat maupun instansi terkait.

Sementara ini, Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, H.Hamalis saat TERDEPAN pada (20/04/19) menghubungi melalui  pesan singkat Whatshap maupun telepon belum menjawab, padahal pesan yang terkirim masuk di sambungan selulernya.

Penulis : M.Hallul

Editor : IKA

 

 

Pos terkait