Tidak Bawa A5 Pendatang di Batam Banyak yang Golput

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Warga Belian Batam Kota mengaku sangat kecewa karena tidak mendapatkan akses untuk menyalurkan pilihannya pada pemilu Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 secara serentak diseluruh Indonesia karena belum sempat mengurus A5 (Pindah Memilih), sehingga harus Golput.

Warga Belian yang tidak bisa ikut memilih

Diketahui puluhan warga tersebut berusaha antri dan meminta solusi kepada para petugas Panwaslu TPS 87 untuk ikut memilih dengan membawa e KTP  yang masih berdomisili didaerah asal tempatnya tinggal namun ditolak petugas dengan alasan tidak memenuhi syarat.

“ Saya tidak sempat mengurus A5, tapi Saya kan sudah menjadi warga disini lebih dari 5 tahun, karena kesibukan Saya bekerja di pasar, Saya juga tidak tau harus bagaimana cara mengurusnya, sedangkan sebagai Warga Negara Indonesia Saya ingin ikut berpartisipasi dalam pesta rakyat ini, “jelas Basri kecewa, Rabu (17/04/19).

Begitu pula yang dirasakan oleh Inah Ibu rumah tangga yang sudah tinggal di Batam, harus menahan kecewa karena tidak bisa ikut memilih Presiden, pilihannya pada pemilu 2019 ini.

“ Sedih Saya tidak bisa ikut mencoblos Presiden pilihan Saya, karena ditolak petugas dengan alasan yang sama tidak ada surat pindah, terpaksa Saya pilih Golut, “ jelas Inah.

Puluhan warga yang mengaku tidak bisa memilih berharap pada pemilu 5 tahun mendatang untuk merevisi ulang peraturan yang ada agar semua masyarakat Indonesia bisa bebas memilih dimanapun tinggal tanpa adanya aturan yang menyulitkan.

“ Aturan saat ini sangat menyulitkan WNI yang memiliki mobilitas tinggi, Saya sayangkan keputusan MK yang merugikan masyarakat yang memaksa harus Golput dan Kami harapkan kedepan aturan ini bisa direvisi, “tuturnya.

Pantauan dilapangan, di TPS  87 sendiri masih ditemukan 51 kertas surat suara yang tidak terisi dan telah dicoret oleh petugas.

Dari wawancara petugas KPPS TPS 87 yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, sisa surat suara telah dilakukan pencoretan usai pukul 13.00 WIB karena sudah tidak ada lagi peserta yang mendaftar, guna menghindari penyalahgunaan.

Penulis : IKA

 

 

 

Related posts