Mengaku Satu MargaTan, Lik Khai Jenguk Amat Tantoso di Polresta Barelang

  • Whatsapp
Anggota DPRD Komisi I, Lik Khai saat mengunjungi Amat Tantoso di Polresta Barelang

TERDEPAN. CO. ID, BATAM — Anggota DPRD Kota Batam, Lik Khai menyambangi markas Sat Reskrim Polresta Barelang untuk menjeguk sahabatnya, Amat Tantoso yang satu marga Tionghoa ( Marga Tan), Kamis (11/04/19) sebagai pelaku tunggal, penikaman Warga Negara Malaysia (WNA) yang mengalami luka kritis dibagian pinggang akibat tertusuk benda tajam pisau Sangkur.

Lik Khai ditemani temannya usai menjenguk Amat Tantoso dalam wawancaranya kepada TERDEPAN menyampaikan,  penikaman terhadap WNA Malaysia di rumah Makan Wei Wei Kawasan Harbourbay Jodoh Batu Ampar, tersebut karena khilaf yang dilakukan pelaku karena dipicu emosi adu mulut hutang piutang korban yang tak kunjung dibayarkan dan diduga bernilai fantastik.

Read More

” Pak Amat Tantoso itu kan pengusaha yang terkenal dan bisa aja ada permasalahan yang tidak bisa dikendalikan oleh emosinya,  sehingga terjadilah penusukan secara spontan kepada korban, beliau khilaf aja Saya rasa,  ” bela Likhai.

Ia menambahkan,  Sebagai Anggota Dewan, Dirinya ingin memastikan proses hukumnya dan sebagai sahabat sesama marga Tan,  Ia ingin memberikan suport terhadap Likhai dalam menjalani proses hukum agar lebih tabah bagi pelaku.

” Kita sama-sama marga Tan, kedatangan saya hanya memberikan suport dan memastikan proses hukum sambil menunggu hasilnya, tadi Saya di dalam hanya beberapa menit aja,  ” terangnya.

Lik Khai berharap proses hukum bisa berjalan dengan adil dan lancar.

” Kita tunggu dan serahkan proses hukumnya seperti apa,  ” jelasnya lagi.

Lanjutnya,  secara pribadi,  Lik Lhai juga merasa terkejut dengan peristiwa berdarah ini,  namun sebagai sahabat yang mengenal dekat Amat Tantoso apalagi di Batam sebagai pengusaha yang sukses, Dirinya menyadari kalau Amat Tantoso tidak melakukan penikaman dengan sengaja tapi marah terhadap korban yang dianggap tidak ada niat baik membayarkan hutang piutang, sehingga menyulut emosi Amat Tantoso yang seharusnya tak perlu terjadi.

“Secara pribadi Saya kaget mendegar kabar ini, tapi gmn lagi kalau sudah tersulut emosi sebagai manusia normal, Beliau pasti marah dan khilaf dan terjadilah penusukan itu,  ” beber Lik Khai.

Lik Khai menegaskan dengan kejadian ini,  tidak ada kaitannya dengan pengaruh pariwisata,  karena ini murni kriminal.

” Saya pikir ini tidak ada hubungan dan pengaruh dengan naik turunnya Wisman atau pandangan apa terhadap turis,  karena walau korban WNA kalau berbuat jahat ya harus di proses tidak semua orang asing itu baik,  Kita aja kalau diluar negeri salah juga di hukum,  Kita serahkan saja kepada penegak hukum saja untuk menangani perkaranya,  ” tutup Lik Khai berpamitan.

Korban amat Tantoso diketahui bernama Kelvin Hong als Hong Koon Cheng berasal dari negara tirai Bambu Malaysia, Malaka pada 25 April 1972 dengan No. Paspor A38813450 yang dikeluarkan oleh Imigrasi Malaysia yang berlaku hingga 0 1 maret 2022.

Pantauan di lapangan, selain Lik Khai yang ikut berkunjung,  kolega dan kerabat Amat Tantoso saling berdatangan mengunjungi Amat Tantoso yang sedang menjalankan proses penyidikan Unit IV Polresta Barelang.

Penulis : IKA

 

banner 300x250

Related posts