MUI Tanjunginang Minta Pemko  Tutup Prostitusi Berkedok Panti Pijat 

Salah satu tempat massage yang diduga buka praktek pijat plus plus
Salah satu tempat massage yang diduga buka praktek pijat plus plus

Terdepan.co.id,Tanjungpinang-Massage (pijat) bisa mengatasi capek,pegel ,linu,badan masuk angin. Inilah, salah satu kalimat yang dilontarkan, promosi  dan trick massage untuk menarik pelanggannya.

Saat ini memang sudah banyak tempat pijat yang menawarkan pelayanan pijat dengan berbagai macam teknik diTanjungpinang.

Namun dilapangan bukan pijat kesehatan yang ditawarkan melainkan kebutuhan biologis alias syahwat.

Di Tanjungpinang ada beberapa  tempat massage yang menawarkan jasa biologis alias syahwat. Namun eronisnya, tak satupun massage plus- plus ini diketahui belum ada  yang dicabut izinnya oleh pemda setempat.

Dari data yang di himpun oleh TERDEPAN pada hari Rabu ,(10/4/2019) ,Massage berkedok prostitusi ini berada dijalan Ir.Sutami, jalan Gatot Subroto KM 5 bawah, serta jalan DI.Panjaitan KM 7 .

Aneh, ada apa dengan bisnis Syahwat ini?  apakah aparatur pemerintah setempat diam karena di sumpal upeti, membiarkan tempat ini terus beroperasi.

Pemerintah Kota Tanjungpinang ,Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  kota Tanjungpinang, Aparat Penegak Hukum lainya, seharusnya meningkatkan razia keberadaannya,  sekaligus tentang perizinan Massage di Kota Tanjungpinang, yang terkenal dengan kota mayoritas di huni masyarakat Melayu nan islami.

Upaya tersebut tentunya sebagai langkah untuk mendata perizinan panti pijat nakal,  yang diduga menjadi tempat prostusi terselubung.

Keberadan panti pijat di Tanjungpinang ,telah menyalahi Peraturan  Daerah (PERDA). Sebab, adanya kemungkinan tempat Massage tersebut dijadikan tempat-tempat bisnis prostitusi (esek-esek).

Sementara ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang,Bambang Maryono mengatakan,Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Penegak Hukum harus tegas terhadap Massage prostitusi ini, bila perlu ditutup saja.

” Polisi dan instansi lainnya harus segera bertindak, jangan dibiarkan menjamur tempat seperti itu,  kalau perlu ya ditutup saja, ” tegasnya.

Bambang menambahkan, Massage tersebut telah menyalahi izin usaha.

“Tempat seperi itu telah menyalahi aturan dan ijin yang diberikan,”tegas  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang,Bambang Maryono kepada TERDEPAN melalui sambungan selulernya, Rabu (10/4/2019).

Penulis: M Hollul ( Investigasi)

Editor : IKA

Related posts