Tekan Logistic Cost BP Batam Datangkan “Harbour Mobile Crane”

  • Whatsapp
Pelabuhan Batu Ampar

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- BP Batam terus melakukan upaya penurunan Logistik Cost barang angkut muat kapal yang dinilai masih tinggi tarifnya dengan mendatangkan “Harbour Mobile Crane”

Kepala BP Batam, Edi Putra Irawady dalam wawancaranya saat kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Batam , pada  Selasa (2/4/2019) menyampaikan, tarif angkut dan bongkar muat barang di Pelabuhan Batu Ampar Batam dinilai masih tinggi akibat fasilitas dan peralatan yang masih manual jauh dari kesan modern.

Read More

“ Crane yang digunakan di Pelabuhan Batu Ampar Batam harus lebih ditingkatkan lagi, apalagi sebagai pelabuhan internasional, peralatan masih menggunakan alat manual dan masih jauh terkesan modern sehingga costnya jadi mahal, “terang Edi.

Edi beralasan tingginya biaya yang harus dikeluarkan tersebut karena banyak biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan, dan pemeriksaan container yang masih dilakukan di Singapura dengan memakan waktu lebih dari sehari hingga mengakibatkan  pemborosan biaya.

“Kami sudah melakukan perintahnya pak Wapres Jusuf Kalla dimana permasalahannya yang Kami sampaikan kepada bapak tadi adalah tentang logistic Cost, karena barang yang dikirim ke Singapur itu adalah door to door artinya kalau biaya shipyardnya ndak dikit, biaya ending Cost seperti biaya penumpukan, biaya standarnisasi itu lebih tinggi dari pada biaya shifh rate pay-nya ini, “jelasnya.

Menurutnya, BP Batam dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan terus melakukan upaya pembenahan teknis internal pelabuhan Batu Ampar dengan mencarikan alat Crane yaitu “ Harbour Mobile Crane yang bisa mengangkut 45 Box perjam yang sebelumnya menggunakan crane manual hanya mampu mengangkut 5 Box perjamnya.

“Kita butuh satu untuk bongkar muat, dimana sebelumnya menggunakan crane manual hanya mampu mengangkut 5 box per jamnya dan Kita sedang mencarikan Crane “Harbour Mobile Crane” dengan kemampuan perjam bisa mengangkut 45 Box, sehingga kapal tak perlu nginap di Singapur, cukup diperiksa di Batam saja,“ papar Edi .

Edi menjelaskan, atas permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla, BP Batam harus bisa menurunkan tingginya ongkos angkut atau pengiriman kontainer dengan rute Batam-Singapura yang masih tinggi dibandingkan tarif Jakarta Batam.

“Kita harus bisa menurunkan 400 US$ menjadi 250 US$ per Box  sedangkan konsulidasi container dan shifping serta  shipyard pengangkutnya, Kita sudah bisa menurunkan 30container untuk 40 feet dan 50 untuk container 20 feet, “jelasnya.

Ia mengatakan, untuk merealisasikan permintaan Wapres JK, BP Batam melakukan kerjasama dengan Pelindo I untuk mengembangkan terminal Shipyard untuk menekan adanya logistic Cost.

“Permintaan pak presiden untuk menurunkan shiping sudah dilakukan dan sekarang Kami dengan kawan pelindo bekerjasama untuk mengembangkan, terminal shipyard tadi supaya lebih efisien, sehingga yang lebih kita tekan adalah logistic Costnya, “tuturnya.

Edi menerangkan, dengan adanya harbour mobile crane, kedepannya selain bisa menekan cost lebih murah tapi juga efisien waktu pengiriman tanpa harus menginap di Singapura.

“Jadi tadi sama pak wapres kalau secara shiping dari 250 menjadi 221.sekarang lagi kita mau mengejar logistic Costnya supaya Kita lwebih murah lagi dan efisiensi dan bisa masuk dalam 500 Box masuk dalam Batu ampar dan pengirimannya tidak usah nginap kemudian pengangkutan lebih cepat, dan Cranenya ini lebih cepat perjamnya bisa 45 Box sehingga bisa lebih murah, “ tuturnya.

Lanjutnya, dalam april ini BP Batam akan terus mengejar penurunan Logistic Cost sebesar 250 US dolar dengan kapasitas 714 kontainer dengan ukuran 40 feet.

“Untuk yang 20 feet logistic Cost yang sekarang dari 534 US$  Kita menghilangkan efisiensinya kepada 169 US dolar sehingga logistic cost door to door ke Singapura 360 US dolar dan ini akan Kami sosialisasi kepada yang punya crane, sehingga di Batam, nantinya ada modernisasi yaitu Harbor Mobile Crane, “ runtutnya.

Edi menerangkan, untuk membenahi kontainernya BP Batam sudah melakukan pembongkaran dan sudah melakukan penataan dengan mengalokasikan tanah seluas 10 hektar dari sebelumnya yang hanya 2 hektar.

“Saat ini sudah ditata, ini ada 10 hektar dari sebelumnya 2 hektar dan selanjutnya nunggu Pelindo I mobilisasi sebanyak 3 macam KMC yang kerjasamanya akan dilakukan sampai akhir bulan april ini, dan mudah-mudahan Pelindo bisa memasukan dalam waktu 4 hari, dan alat ini diharapkan bisa mengurangi logistic Cost, “pungkas Edi.

Dirut Pelindo I, Bambang Eka dalam keterangannya menyampaikan, dalam waktu dekat Pelindo akan mendatangkan tiga unit KMC yang didatangkan dari Yaman.

“Kami kalau jangka pendek akan mendatangkan tiga unit KMC dan diharapkan dalam waktu satu bulan sudah ada perubahan dikegiatan kepelabuhanan, “ jelasnya.

Bambang menyampaikan kedepannya untuk jangka panjang, Pelindo I akan mendatangkan container crane jenis baru.

“ini akan kita targetkan kapal 260 teus bisa masuk ke Batam, yang ketiganya alat itu semua dari Pelindo I, dan disini kita punya beberapa dan secara cepat bisa kita pindahkan ke Batam, “katanya.

Ia menyampaikan, tujuannya didatangkan alat tersebut yaitu, untuk menurunkan logistic cost  dan menjadikan pelabuhan Batam lebih modern.

“ Dengan datangnya alat ini akan menjadikan pelabuhan di Batam ini menjadi modern. Karena kalau yang sekarang, kan! pakai carne darat yang kecil, hasilnya kurang maksimal, ‘urainya.

Bambang menegaskan, Pelindo I dalam hal ini telah menginvestasikan dana hingga Triliun rupiah.

“Total investasi Pelindo tahap I kurang lebih sekitar 200 Milyard  dan untuk investasi jangka menengah, Kita beli tiga container untuk harga satu kontainernya sebesar 10 juta US$ dan untuk tiga sebanyak 30 juta US$ x 14 = 520 milyar US$. Dan untuk jangka menengah kita alokasikan sekitar 1 triliun, “tutupnya.

Penulis : IKA

 

banner 300x250

Related posts