Aksi Demo Memanas, Mahasiswa Minta Sekda Batam Jefridin Dicopot Jabatannya

  • Whatsapp
Aksi Mahasiswa tuntut Sekda Batam, Jefridin di Copot Jabatannya
banner 468x60
Aksi Mahasiswa tuntut Sekda Batam, Jefridin di Copot Jabatannya

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Aksi demo yang dilakukan Aliansi Mahasiswa kota Batam memanas, menuntut Sekda Batam, Jefridin untuk dicopot dari jabatannya.Hal tersebut akibat buntut panjang surat kontroversial urunan dana untuk koruptor di lingkungan Pemko Batam yang ditandatangani oleh Sekda Batam,jefridin.

Demo protes yang dilakukan di depan Gedung DPRD Kota Batam pada Selasa (5/4/2019) sempat terjadi kericuhan akibat aksi mahasiswa yang memaksa ingin masuk kedalam gedung DPRD Kota Batam yang dihalangi aparat kepolisian yang sedari pagi telah bersiap berjaga, sehingga memancing keributan.

Diketahui kedatangan Aliasi Mahasiswa ke kantor DPRD Kota Batam untuk meminta penjelasan terkait penyimpangan wewenang Sekdako Batam, dimana adanya surat edaran membantu koruptor dengan alasan yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Batam dan ditandatangani oleh Sekda Jefridin.

“ Sebelumnya Nota kesepakatan sudah diterima oleh DPRD Kota Batam tapi sampai detik ini belum juga ada kepastiannya, kami mempertanyakan hal itu,disini kami hanya menyuarakan suara masyarakat, “ jelas sang Orator pada suara speaker yang dibawanya.

Adapun pernyataan sikap yang disurakan mahasiswa yaitu terdapat tiga poin penting dalam tuntutannya, yakni,

  1. Meminta kepada Jaksa sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang No 16 tahun 2004 bahwa Jaksa sebagai salah satu penyidik untuk penanganan Tindak Pidana Korupsi.2. Meminta Walikota mundur dari jabatan karena tidak mampu mencopot Sekda Kota Batam.3. Meminta kepada DPRD menjalankan amanat Undang-Undang No 32 Tahun 2015 Tentang pemerintah Daerah yang terdapat pada pasal 42 ayat (1) butir D yang berbunyi “Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala Daerah/wakil kepala Daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi DPRD Provinsi dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubermur bagi DPRD Kabupaten atau Kota. “Karena Walikota tidak mampu mengurusi tubuh dari pemerintah kota Batam, salah satunya yang dilakukan oleh Sekda Kota Batam.

Dari aksi kericuhan tersebut beredar informasi, beberapa mahasiswa baik laki-laki dan perempuan telah diamankan oleh polisi. Melihat rekannya ada yang diamankan, Mahasiswa tidak menerima sehingga situasi sampai saat ini masih terlihat memanas.(*)

Editor : IKA

 

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60