Dua Bersaudara selundupkan 5 Kilo Gram Sabu di Amankan TNI AL

  • Whatsapp

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Tim F1QR dan Patkamla Lanal Batam, menangkap Kakak beradik berinisial W (36) dan L (33) yang ditangkap di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (01/02/2019) dini hari.

Keduanya diamankan karena kedapatan menyelundupkan narkotika golongan I jenis sabu yang berasal dari Malaysia sebanyak 5 kg, yang sudah dikemas rapi di dalam bungkusan teh. Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, pelaku merupakan target operasi tim F1QR Lanal Batam dan satgas operasi narkoba bersama BNNP.

Read More

Begitu mendapatkan informasi akan adanya kegiatan penyelundupan sabu dari Malaysia Timur, tim langsung bergerak dan menyebar untuk mengungkap kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah berkat kerja sama dan saling koordinasi, akhirnya tim berhasil mengamankan kakak beradik pelaku penyelundupan sabu asal Malaysia ini,” kata Iwan, Jumat (1/2/2019).

Iwan mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, tim mendeteksi adanya speedboat tanpa nama masuk perairan Batam dari perairan OPL Timur, sekitar pukul 04.45 WIB. Saat itu, tim langsung melakukan pengejeran dan akhirnya dapat mengamakan keduanya.

“Saat diamankan barang bukti sempat tidak ada. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya keduanya mengaku kalau barang tersebut dibuang ke laut saat upaya kejar-kejaran,” ujar Iwan.

Selain dikemas di dalam kantong plastik teh, sabu yang diambil dari daerah Pasir Gudang, Malaysia, ini disimpan jadi satu dalam tas ransel.

“Bersama pelaku, kami kembali melakukan pencarian dan akhirnya berhasil menemukan tas ransel tersebut,” ungkap dia. Iwan mengatakan, dari pengakuan kedua pelaku, mereka memiliki tugas masing-masing, di mana W tugasnya mengambil dan L sebagai tekong kapal.

“W diupah Rp 37 juta sedangkan L Rp 12 juta. Lebih besar W karena tugasnya sebagai penjemput di Pasir Gudang, Malaysia,” terang Iwan. Saat ini, keduanya beserta barang bukti akan diserahkan ke BNNP Kepri.

Sementara itu, Kasi Brantas BNNP Kepri Bubung mengatakan, akan langsung melanjutkan pengembangan untuk mengetahui siapa pemesan sabu sebanyak 5 kg itu.

“Kami juga berusaha mengembangkan setelah tiba di Batam, sabu ini akan dibawa ke mana,” kata dia. Bubung menduga, sabu ini berasal dari satu bandar yang sama, sebab dilihat dari kemasannya semua menggunakan bungkusan teh dengan bentuk dan ukuran yang sama.

“Tapi, nanti akan kami kembangkan dahulu baru bisa disimpulkan,” ujar dia. (*)

banner 300x250

Related posts