Kebijakan Bagasi Berbayar Citylink dan Lion Air Berdampak Turunnya Pariwisata di Kepri

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata Burhalimar, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata (ASPPI) Kepri Irwandi Azwar, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri Andika Lim dan pengamat ekonomi Universitas Internasional Batam Suyono Saputro dalam Talk Show " “ Menakar Pariwisata Kepri Paska Penerapan Kebijakan Bagasi Berbayar oleh Maskapai Lion Air dan City Link” di pandu dua Presentre, Muhammad zuhri dan dan Nurlis E. Meuko (Dodo).
banner 468x60

TERDEPAN.CO.ID,BATAM – Aturan Kebijakan bagasi berbayar dibarengi dengan melambungnya harga tiket berpengaruh terhadap penurunan angka pariwisata dan daya beli masyarakat yang berdampak sangat signifikan terhadap perputaran perekonomian baik secara nasional maupun lokal khususnya Kepri serta Batam .

Bertema “ Menakar Pariwisata Kepri Paska Penerapan Kebijakan Bagasi Berbayar oleh Maskapai Lion Air dan City Link” media Batamnews menghadirkan  empat narasumber mengupas tuntas yang disajikan dalam Talk Show, bincang santai di pandu langsung oleh dua presenter wartawan senior yang masih aktif menjabat Ketua AJI Batam, Muhammad zuhri dan Nurlis E. Meuko (Dodo), pada, Sabtu (26/1/2019).

Keempat narasumber yaitu, Kepala Dinas Pariwisata Burhalimar, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata (ASPPI) Kepri Irwandi Azwar, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri Andika Lim dan pengamat ekonomi Universitas Internasional Batam Suyono Saputro.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Burhalimar menyampaikan, kebijakan kedua maskapai penerbangan ini, dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, ditengah pemerintah sedang giat-giatnya menggalakan pariwisata sesuai dengan arahan program Presiden RI, Jokowidodo.

“ Dengan kebijakan ini sudah pasti sangat berpengarus terhadap arus wisman maupun wisnu yang akan datang ke Kepri karena mahalnya tiket serta turunnya daya beli oleh-oleh yang biasa dibeli turis lokal maupun internasional yang datang ke Kepri karena biaya bagasi yang sangat mahal, “terang Burhalimar.

Ketua DPD ASITA Kepri, Andika Lim mengatakan penerapan kebijakan kedua Maskapai ini, tidak sesuai dengan tujuan program pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisman yang   akan   berakibat gagalnya pencapaian yang akan di peroleh Kementrian Pariwisata  nantinya, “ kata Andika.

“ Kebijakan ini jelas sangat merugikan kami selaku agen travel dan akan berdampak kepada penurunan jumlah wisatawan yang datang karena mahalnya biaya tiket yang harus ditanggung oleh para turis yang hendak datang ke Kepri dan Batam, dan hal ini tidak boleh berlanjut, harus segera diatasi, kalau tidak para turis yang hendak datang ke Indonesia khusunya Kepri bisa memilih negara lain yang biayanya lebih murah, “ lanjut Andika.

Ketua ASPPI Kepri Irwandi Azwar menjelaskan, dengan kebijakan  yang memberatkan masyarakat, dampaknya tidak akan dirasakan oleh para pengguna maskapai penerbangan saja, namun juga akan berakibat pada income maskapai itu sendiri, karena sepi penumpang.

Sedangkan Pengamat ekonomi dari Universitas International Batam Suyono Saputro menyimpulkan, penerapan kebijakan kedua maskapai  harus ada pengkajian yang lebih dalam, dengan adanya keterbukaan keputusan yang tepat dan tidak berdampak pada turunnya perekonomian di masyarakat khususnya dibidang pariwisata.

“ Saya rasa, Maskapai Citilink dan Lion Air ,dalam menetapkan keputusan dan kebijakan perlu dikaji lebih dalam dan tepat karena bisnis Airline ini adalah bisnis yang mahal dan perlu adanya keterbukaan terhadap pemerintah, “pungkasnya.

Untuk menyimak lebih detail perbincangan keempat narasumber,ikuti dan tonton vidionya.

 

Tim Redaksi

TERDEPAN.CO.ID & BATAMNEWS.CO.ID

 

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60