Tiga Pesawat Sukhoi Siap Usir Pesawat Penyusup Langit Kepri

  • Whatsapp
Pesawat Sukhoi Parkir di Bandara Hang Nadim Batam (Dok. Terdepan.co.id)

TERDEPAN.CO.ID,BATAM – Tiga Pesawat Tempur Sukhoi dari skuadron 11 Pangkalan Angkatan Udara Indonesia di datangkan untuk operasional rutin dengan kata sandi “Operasi Tangkis Petir” untuk mengintai serta mengejar pesawat tempur F16 asing yang menyusup di langit Kepri, di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (30/10/18).

Operasi tangkis petir yang beroperasi di wilayah Kepri akan digelar selama 5 hari kedepan, dari tanggal 29 Oktober hingga 2 November yang langsung dikomandoi oleh Letkol Pnb Anton Palaguna, Komandan Skuadron 11 Makassar.

Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan, Danlanud Raja Haji Fisabilillah (RHF), dalam kunjungannya ke Batam menyampaikan, operasi pengintaian dan pengejaran pesawat tempur asing di wilayah Kepri, sebagai bentuk tindak lanjut pelanggaran yang dilakukan pesawat asing yang melewati wilayah udara yang ada di Kepri khususnya Batam.

“ Wilayah langit Kepri ini harus terbebas dari penyusup, makanya keberadan pangkalan Angkatan Udara di Kota Batam sangat penting,”terangnya.

Ia menjelaskan, Batam dan Kepri merupakan wilayah yang sangat penting dan strategis, berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, dan dengan kesiapan para pilot TNI AU, pesawat yang mencoba menyusuf ke wilayah NKRI bisa diusir demi keamanan wilayah NKRI, “tegasnya.

Operasi Tangkis Petir ini dibawah Komando Operasi Tangkis Petir dan di dukung oleh Satuan Radar TNI-AU di Kepri yang telah ditempatkan diberbagai daerah.

Kolonel Pnb Yostariza yang menjabat sebagai Assisten Operasional Kohanudnas, dalam keterangannya menyampaikan, Operasi Tangkis Petir merupakan operasi rutin sepanjang tahun, sesuai tugas komando pertahanan udara nasional yang bermarkas di Jakarta.

Menurutnya Kohanudnas ini bertanggungjawab terhadap seluruh wilayah udara nasional, dari Sabang sampai Merauke yang di mulai 01 Januari – 31 Desember 2017.

“ Mengingat wilayah Indonesia sangat luas sehingga pelaksanaan operasi ini dibagi-bagi perwilayah, dan untuk di Batam akan dilaksanakan  selama 5 hari kedepan di Bandara Hang Nadim Batam.

Menurutnya, untuk mengontrol keamanan wilayah udara di wilayah Batam dan Kepri semua pesawat tempur asing yang masuk harus dapat diketahui dan dikontrol, sehingga mereka tidak bisa seenaknya memasuki wilayah teritorial udara Indonesia.

“Bagi pesawat tempur asing yang kedapatan masuk wilayah teritorial Langit Kepri akan dipaksa keluar, atau mendarat di bandara terdekat. Kemudian diberikan sanksi, sehingga tidak ada pelanggaran-pelanggaran di wilayah udara Indonesia, oleh pesawat tempur asing, untuk kedepannya, ” ulas Yosta.

Letkol penerbangan, Anton Palaguna menjelaskan, OTP menggunakan tiga unit pesawat tempur jenis Sukhoi, dan satu helikopter. “Yakni, TS Ts 3010, Ts 2705, Ts 3007 dan Heli caracal EC – 725 dan ada 10 personil,” papar Letkol Pnb Anton Palaguna.

Dalam keterangannya Anton menjabarkan, jenis pesawat tempur Sukhoi ini mampu melaksanakan berbagai macam misi pertempuran dari udara ke udara dan dari udara ke darat.

“Sukhoi bisa bergerak cepat untuk mengejar dan mendeteksi lawan dengan baik. Baik itu siang ataupun malam dengan jarak tempuh kurang lebih 1200 KM dan sistim mekaniknya yang memiliki prosedur serta maintenance yang rutin, baik maintenance mesin dan persenjataan, sedangkan kondisi pesawat Sukhoi yang dimiliki TNI AU yang ada di Batam ini kondisinya siap untuk operasi.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam dalam keterangan yang sama menyampaikan, keberadaan tiga pesawat Sukhoi dan Helikopter 725 Caraca dan satu pesawat Hercules ini sangatlah mendukung keamanan di wilayah Batam pada khususnya dan Kepri pada Umumnya.

“ Bandara Hang Nadim pada prinsipnya siap  dengan keberadaan TNI AU dengan pesawat Sukhoi ini, apalagi pesawat ini sifatnya patroli, dan kita sangat mendukung semua kegiatannya dan Kita juga mengalokasikan, lokasi yang benar-benar diinginkan dan tidak mengganggu pesawat komersil dan lokasi ini dekat dengan fasilitas VIV apabila ada kegiatan-kegiatan rutin, “pungkas Suwarso. (IKA)

banner 300x250

Related posts