Kapal TB UJ 007/ BG Yamani II di Laporkan Hilang Kontak

Illustrasi
banner 468x60
Illustrasi

TERDEPAN.CO.ID, JABAR- Kapal TB UJ 007/ BG Yamani II di laporkan hilang kontak di sekitar Perairan Indramayu, Sabtu (07/07/2018).

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Bojonegoro di Banten pada 30 juni 2018 menuju Pelabuhan Batang di jawa tengah di operasikan Sembilan awak kapal.

Koordinator Humas dan protocol Basarnas jawa Barat Joshua Banjarnahor mengatakan, Sembilan orang di dalam kapal tersebut. Mereka adalah Edward sebagai nahkoda Sugianto ( Mualim I) Laode ( Mualim II), supriyadi (KKM), Heri Santoso (Masinis II), Dwi Kartika (Masinis III), Naharudin (Juri Mudi), Ali Saban (Juru Mudi) dan Rahm,ad Mansuri (Juri Mudi).

Kapal berjenis Tug Boat (Barge) milik PT Putra sihiong Mandiri tersebut awalnya diketahui biasa berkomunikasi dengan kapal lainnya, yakniii   ETI 101 milik syahbandar Indramayu pada 4 juli 2018 dengan kordinat 06° 09′ 71” S – 108° 28′ 57” E dengan jarak atau radial dari dermaga pelabuhan Cirebon 103.07 Nm/357.32°.

“Kantor SAR Bandung melakukan pemapelan ke Danlanal Cirebon, Kasrop Cirebon, KSOP Cirebon dan UPP Indramayu. Kami terus memantau perkembangan informasi tersebut “kata Joshua melalui ponsel. Sabtu (7/7/2018).

Kantor SAR Bandung terus berkoordinasi dengan instansi – instansi terkait untuk mendapatkan informasi keberadaan kapal Tug Boat tersebut.

Infi terakhir, katanya kapal dalam kondisi baik hanya saja komunikasi masih terputus. Kapal tersebut terakhir melaju dengan kecepatan 3 sampai 3,5 knot.

Kepala Basarnas Jawa Barat, S Riyadi mengatakan kecelakaan kapal marak terjadi dalam waktu belakangan ini.

Pihaknya mengimbau kepada pemilik dan pengelola kapal dan seluruh pengguna transpotasi air untuk lebih meningkatkan upaya keselamatan.

“Dengan memperhatikan ketersediaannya alat keselamatan dari life jacket, sekoci, hingga mengecek alat komunikasi atau alat sinyal distress guna mengurangi resiko jatuhnya korban kecelakaan, “katanya.

Kapal berjenis Tug Boat (barge) milik PT Putra Sihiong Mandiri tersebut awalnya diketahui bias berkomunikasi dengan kapal lainnya, yakni ETI 101 milik syahbandar Indramayu pada 4 juli 2018 dengan koordinat 06’09.71”-108’28’57”E dengan jarak atau radial dari dermaga Pelabuhan Cirebon 103.07 Nm/357.32’

“ Kantor SAR Bandung melakukan pemapelan ke Danlanal Cirebon Kasrop Cirebon, KSOP Cirebon dan UPP Indramayu. Kami terus memantau perkembangan informasi tersebut, “ kata Joshua (07/07/18).

Info terakhir kapal dalam kondisi baik hanya saja komunikasi masih terputus, kapal tersebut melaju dengan kecepatan 3 sampai 3,5 knot.

Kepala Basarnas jawa Barat, S Riyadi mengatakan kecelakaan kapal marak terjadi dalam waktu belakangan ini dan pihaknya menghimbau kepada pemilik dan pengelola kapal dan seluruh pengguna transportasi air untuk lebih meningkatkan upaya keselamatan.

“ Dengan memperhatikan ketersediaannya alat keselamatan dari life jacket, sekoci hingga, mengecek alat komunikasi atau alat sinyal distress guna mengurangi resiko jatuhnya korban kecelakaan, “ tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60