Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sinkronisasi Program Rehabilitasi Antar Pemangku Kepentingan Wilayah Kota Batam.

  • Whatsapp

BATAM,TERDEPAN.CO.ID-Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sinkronisasi Program Rehabilitasi Antar Pemangku Kepentingan di wilayah Kota Batam yg diadakan oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batam, bertempat di Hotel Harmoni One yang dihadiri oleh Kepala BNNK Batam, AKBP Darsono dengan 2 Narasumber, yaitu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Brigjen Pol. Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA dan Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.  Rabu ( 14/03/2018)

Rapat koordinasi bidang rehabilitasi ditingkat Kota Batam ini dibuka langsung Kepala BNNK Batam, AKBP darsono  didampingi Kasi Rehabilitasi BNNK Batam Melly Puspita Sari, S.Psi., Psikolog.  Selain itu, dihadiri Perwakilan dari BP Batam, Polresta, Denpom Batam, dan beberapa OPD Kota Batam yang terkait masalah penanganan peredaran narkotika di wilayah Batam.

Dalam sambutannya Darsono mengatakan, bahwa membasmi narkoba harus dilakukan secara bersama-sama, terjalinnya kerjasama antar instansi sehingga informasi masalah penanganan narkoba, terutama dalam rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba dapat tersebar dan diterima dengan positif. Dikatakanya, ada respon masyarakat tentang rehabilitasi yang kurang pas masih menjadi alasan terkuat mengapa proses pelayanan rehabilitasi di BNNK Batam belum maksimal. “Masyarakat masih beranggapan rehabilitasi merupakan aib bagi keluarga, masih ada stigma di masyarakat jika rehabilitasi merupakan hal yang memalukan,” pungkasnya.

Permasalahan inilah yang kemudian diangkat oleh Kepala BNNP kepri dalam paparanya yang bertema sinergitas program rehabilitasi. “rehabilitasi adalah untuk menyelamatkan, sehingga dibutuhkan dari berbagai pihak untuk menyampaikan betapa pentingnya rehabilitasi bagi penyalahguna,” kata Richard. Selama ini BNN telah memberikan fasilitas dukungan dalam peningkatan kemampuan untuk lembaga-lembaga rehabilitasi baik pada lembaga pemerintah maupun klinik-klinik swasta, tetapi pasien yang akan di rehabilitasi tidak ada, tambahnya.  Sehingga diharapkan dalam rapat koordinasi ini dengan adanya dukungan dari stakeholder terkait supaya fasilitas yang sudah disediakan dapat dimaksimalkan dalam operasional memberikan dukungan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim Batam, Suwarso juga menambahkan kondisi Kepri yang sudah sangat darurat narkoba, “harus kita bersama-sama dalam hal penanganan narkoba, jangan biarkan BNN bekerja sendiri”, katanya. “tahun 2018, selama 3 bulan ini bandara Hang Nadim sudah menggagalkan hampir 15 kg narkoba yang masuk maupun yang akan keluar Batam, peningkatan yang luar biasa, mengingat selama  2017 yang kita tangani sekitar 18 kg.” tambahnya.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.