BI Cabang Kepri Soft Launching Gerai Wirausaha

Kepala BI Cab Kepri, Gusty Raizal Eka Putra

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau soft launching Gerai Wirausaha, Koperasi Wubi Payung Sekaki di Komplek Mega Legenda 2 Blok H3 No. 12A-12B, Baloi Permai, Batam Center Minggu (27/01/2019).

Peresmian Gerai Wirausaha ini merupakan program social BI tahun 2018 untuk memajukan potensi pelaku usaha kalangan menengah (UKM) dalam mendukung wirausaha di Kepri.

Kepala BI, Gusty Raizal Eka Putra menyampaikan, dengan adanya gerai wirausaha ini diharapkan sebagai upaya menggabungkan sejumlah wirausaha di Kepri dalam wadah koperasi sehingga mereka lebih kuat dalam segi prooduksi maupun pemasaran.

“Untuk itu, gerai ini sudah memiliki mini factory berupa mesin Ritot untuk dioperasikan supaya produk mereka bisa bertahan lebih lama 1 sampai 2 tahun. Ini merupakan langkah awal kami untuk Pemerintah bagian promosi pariwisata. Karena pariwisata butuh kuliner dan harapan kita, gerai ini bisa dikunjungi para turis yang datang ke Batam dalam mencari kuliner maupun souvenir lainya,” terangnya.

Ketua Koperasi Wubi Payung Sekaki, Etik Hartati mengatakan bahwa pihaknya mempunyai Gerai wirausaha dan mini factory yang didukung penuh oleh Bank Indonesia. Selain itu juga mendapatkan dana CSR dari BI tahun 2018.

Dengan terbentuknya gerai tersebut, Etik berharap teman dari UKM baik binaan BI maupun luar BI bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Harapannya dapat bertumbuh dan memajukan UKM di Provinsi Kepri. Selain itu dengan gerai ini, terdapat dapur kering dan basah. Dapur ini untuk peningkatan standar produk kuliner, sehingga produk yang dihasilkan bisa berstandar tinggi, harga jual bisa tinggi dan pemasaran bisa menjadi luas dengan adanya mesin pendukung.

Namun yang masih menjadi kendala UKM saat ini adalah pengurusan izin untuk masuk ke retail modern. Tapi sudah ada beberapa UKM yang sudah masuk ke retail modern seperti ke Carrefour dan Hipermart.

“Anggota Wubi saat ini sudah ada 29 para pelaku UKM di Kepri mulai dari Karimun, Bintan Natuna dan Batam. Kami akan dorong teman-teman lainnya untuk bisa masuk juga dengan perizinan dan standarisasinya,” pungkasnya.(*)