TERDEPAN.CO.ID,JAKARTA– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini untuk pertama kalinya penerimaan target dalam undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 melampau target.

Dilansir dari Kontan.co.id pada Kamis (6/12/2018), hingga akhir 2018 Sri Mulyani meyakini penerimaan negara bisa mencapai Rp 1.936 triliun atau naik 18,2 persen dari tahun lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.894 triliun.

“Untuk pertama kali penerimaan negara akan mencapai melebihi apa yang ada di dalam UU APBN,” katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/12/2018).

Ia menilai, penerimaan negara sudah sangat bagus. Apalagi dilihat dari penerimaan pajak yang tumbuhnya mencapai 15,2 persen, penerimaan bea cukai tumbuh 14,7 persen dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh 28,4 persen.

“Ini outlook sampai akhir tahun, tapi nanti tanggal 31 Desember kami pasti update angka realisasi. Kami sudah itung sampai minggu pertama kemarin,” jelas Sri Mulyani.

Menurutnya, dilihat dari sisi belanja negara saat ini juga terlihat bagus, dan diperkirakan hingga akhir tahun pos ini akan tumbuh 11 persen dari tahun lalu menjadi Rp 2.210 triliun.

“Itu lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya tumbuh 6,9 persen,” paparnya.

Menkeu Sri Mulayani menerangkan, APBN 2018 diperkirakan defisitnya hanya sebesar 1,86 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu jauh lebih rendah dari UU APBN 2018 sebesar 2,19 persen PDB.

Dengan demikian, saat ini fokus pemerintah adalah menyelesaikan menurunkan defisit keseimbangan primer sebesar Rp 15 triliun. Di UU APBN 2018, defisit keseimbangan primer dianggarkan Rp 87 triliun. Sehingga, tahun ini jumlahnya jauh lebih kecil, atau turun hampir Rp 72 triliun. (*)

Editor : IKA

 

 

SHARE