Empat Penyelundup Sabu 1,037 Ton di Vonis Mati dan Seumur Hidup

Terdakwa Sabu 1.037 Ton Usai Mendengarkan Vonis hukuman Mati dan Seumur hidup oleh PN Batam

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Setelah menjalani rentetan sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri Batam, Majelis Hakim PN Batam memvonis penyelundup Sabu 1,037 ton asal Taiwan dengan hukuman mati dan seumur hidup, pada sidang putusan terakhir pada malam, Kamis (29/11/2018).

Hukuman yang berbeda ini diperuntukan untuk ketiga tersangka hukuman mati atas nama, Chen Chung Nan, Chen Chin Tun dan Hsieh Lai Fu dan hukuman seumur hidup diperuntukan untuk Huang Ching An yang diputuskan oleh Majelis Hakim Ketua Muhammad Chandra didampingi hakim anggota Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren.

Hakim dalam keterangannya mengatakan, keempat terdakwa dengan jelas dan terbukti telah berusaha menyelundupkan barang haram tersebut dengan menggunakan kapal MV Sunrise Glory, dengan modus mengelabuhi petugas dengan sering berganti Bendera dan Dokumen Palsu saat berlayar.

“ Atas musyawarah bersama, Kami memutuskan dan mempertimbangkan bahwa Chen Chung Nan, Chen Chin Tun dan Hsieh Lai Fu divonis hukuman mati, sedangkan Huang Ching An divonis hukuman seumur hidup,” tutur Hakim Ketua Muhammad Chandra dalam sidang saat membacakan amar putusan.

Hakim Chandra dalam keterangannya juga menyampaikan, perbuatan terdakwa tidak ada satupun yang bisa meringankan hukumannya, keempatnya sudah menciderai nama baik bangsa dan Negara Indonesia, yang seolah olah di mata dunia, Indonesia merupakan negara yang bebas untuk peredaran narkoba.

Kasintel Kejaksaan Negeri Batam, Robby Hariyanto menjelaskan, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap Huang Ching An yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Batam, dan upaya hukum nantinya tetap akan dilakukan.

“ Kita tunggu seperti apa, petunjuk pimpinan, yang jelas upaya hukum pasti ada, “ terang Robby Hariyanto Kasintel Kejaksaan Batam.

Usai dibacakan tuntutan Vonis oleh Majelis Hakim, keempatnya langsung di bawa ke Lapas Barelang dengan mobil tahanan Kejaksaan.IKA

 

SHARE