P21, Kadis PU Natuna dan Kroninya ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Pasar Modern

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Polda Kepulauan Riau menetapkan Kadis PU Natuna MBI bersama Direktur PT Mangkubuana Hutama Jaya (PT. MHJ) berinisial M berikut tujuh tersangka dalam kasus Tindak Pidana Korupsi Pada Kegiatan Pekerjaan Pembangunan Pasar Modern (1 Paket) Antara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna Dengan PT. MHJ Yang Menggunakan APBD Kabupaten Natuna TA. 2014 Dan 2015.

Kabid Humas Kepri Kombes S.erlangga dalam pres Konferen menyampaikan, kasus tersebut telah melalui proses penyidikan yang dinyatakan lengkap (P.21) dan pada hari Jumat, 23 November 2018 direncanakan untuk Tahap II, penyerahan Tersangka dan Barang bukti akan dilakukan, Kamis (22/11/18).

Adapun kesembilan tersangka yaitu, Inisial MA, MBI, LH, ZH, DAP, DS, S dan NST

Menurut Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur mengatakan, kronologis Kejadian pada hari kamis 24/09/2014 ditandatangani surat perjanjian kerja konstruksi (Kontrak Induk) untuk melaksanakan pembangunan Pasar Modern (1 paket) nomor : 644/pu-ck/ktr-induk/fisik/165/ix/2014; antara Tersangka Inisial M selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna bertindak untuk dan atas nama SKPD Dinas PU Kab. Natuna berdasarkan SK Bupati no. 48 tahun 2014 dan Tersangka Inisial MA selaku direktur utama bertindak untuk dan atas nama PT. Mangkubuana Hutama Jaya.

Ia menjelaskan, total harga kontrak atau nilai kontrak induk adalah sebesar Rp. 36.688.120.000,-. (Tiga Puluh Enam Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah) kontrak mulai berlaku sejak tanggal 4 september 2014 sampai dengan tanggal 25 desember 2015. Kegiatan pekerjaan kontruksi pembangunan pasar modern (1 paket) tersebut mulai dari pelaksanaan sampai dengan pembayaran bertentangan dengan peraturan presiden republik indonesia nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut Negara telah dirugikan sebesar Rp. 4.173.459.783,40 (empat miliar seratus tujuh puluh tiga juta empat ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh tiga ribu empat puluh rupiah), “jabarnya.

Pada perkara ini, Kesembilan tersangka akan diterapkan dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 55 KUHP Undang-undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

Editor : IKA

 

 

SHARE