BP Batam dapat Dukungan Investasi 5.2 Triliun dari 20 Perusahaan

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam akhirnya mendapatkan realisasi berinvestasi di Batam oleh 20 Perusahaan senilai investasi mencapai Rp 5,2 Triliun, yang terbagi dalam alokasi baru, melanjutkan dan sudah dibatalkan kemudian dialokasikan kembali ke perusahan yang berminat.

Dari 20 perusahaan yang sudah melakukan presentasi dan disetujui oleh BP Batam untuk beraktivitas di Batam hingga Triwulan III di tahun 2018 ini terdiri dari beberapa sektor yaitu industry jasa, pariwisata dan perumahan.

Anggota III, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Dwianto Eko Winaryo dalam konprensi pers yang dilaksanakan di Lantai 7 Gedung Utama Bida Utama BP Batam, Senin (06/11/18) menyampaikan, dari nilai Investasi sebesar Rp 5.2 Triliun ini terdiri dari sektor industry sebesar Rp 1.3 Triliun bidang jasa senilai Rp 1.2 Triliun dan pariwisata sebanyak Rp 2.2 Triliun serta investasi jasa perumahan yang mencapai Rp 343 Miliar.

“ Yang paling besar nilainya yaitu disektor Pariwisata sebesar Rp 2.2 Triliun, dan angka ini menunjukan bahwa gairah dan minat akan jasa pariwisata yang sangat membanggakan seperti pembangunan resort maupun hotel, “ terangnya.

Ia menerangkan dengan adanya nilai investasi yang lebih tinggi dibidang pariwisata menunjukan bukti dan upaya kerja keras BP Batam dalam mempromosikan destinasi wisata baru dalam berbagai kegiatan dan promosi yang selama ini di bangun dan di gaungkan sampai ke mancanegara.

“ Pada sektor ini, Investor rencananya akan mebangun sebuah destinasi wisata baru, lebih ke arah pantai seperti, termina yards, condotel hingga hotel, “ sedangkan sektor industri seperti PT Energi Unggul Persada yang merupakan Wilmar Group satu satu perusahaan terbesar di Batam akan membangun refinery palm oil dengan nilai investasi sebesar Rp1 Triliun, “ lanjutnya.

Anggota Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Bambang Purwanto mengatakan, progres kerja yang sudah dilakukan saat ini sudah mencapai angka 30 persen hingga akhir tahun 2019 bisa segera berproduksi.

“ Produksi seperti Biodiesel serta bahan baku pembuatan Sabun dan sampo, mudah-mudahan akhir tahun 2019 ini bisa berproduksi, “tuturnya.

Bambang dalam keterangan yang sama juga menyampaikan, dalam hal pengevaluasian lahan, BP Batam pada tahun 2018 sudah melakukan dan bagi lahan yang tidak digunakan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan akan diberikan pada investor baru.

“ Pengalokasian lahan yang lama yang tidak terpakai akan kita ambil dan akan Kita berikan pada investor yang baru, “ tutupnya. IKA

SHARE