Kapolres Hengky: Konflik Sosial Timbul Akan Merugikan Kedua Kubu

Terdepan.co.id, Batam- Aparat Kepolisian Polresta Barelang dengan cepat dan tanggap mengatasi persoalan penolakan kedatangan Ratna Sarumpaet ke Kota Batam yang direncanakan akan menggelar acara silaturahmi dan diskusi Selamatkan Gerakan Indonesia (GSI) di Aula Gedung PIH Batam Centre, Minggu (16/09/18) pukul 13.00-16.30 WIB sore ini.

Kedatangan Ratna Sarumpaet ini menyedot perhatian sekelompok massa yang menamakan diri Barisan Cinta Damai Kota Batam dengan menggelar spanduk bertuliskan penolakan kedatangan aktivis GSI ini ke Kota Batam.

Massa yang tergabung dari LSM Bumi Melayu, Mahasiswa Ibnu Sina, FKPPI dan Punggowo ini menghadang setiap mobil yang lewat dengan berjejer di pinggir jalan keluar pintu gerbang Bandara Hang Nadim Batam dengan melakukan pengecekan setiap penumpang yang dicurigai untuk membawa Ratna Sarumpeat.

Aparat Kepolisian Polresta Barelang yang berjumlah 500 personil ini terus memantau jalannya aksi Massa untuk tidak melakukan aksi anarkis. Sedangkan di area seputaran Bandara Hang Nadim, aparat Kepolisian terus memantau aktifitas masyarakat agar tetap merasa aman dan nyaman.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengky dalam wawancaranya menyampaikan, kedatangan Ratna Sarumpaet mendapatkan penolakan dan hal tersebut bisa menyebabkan konflik sosial apabila tidak segera diatasi.

Ia menegaskan, dengan tidak kondusifnya keamanan Kota Batam akan merugikan kedua kubu apabila konflik sosial itu timbul di masyarakat.

Kapolres Hengky meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Batam untuk menjaga situasi Batam aman dan nyaman untuk memajukan pembangunan yang ada di Kota Batam.

“Situasi aman dan kondusif yang harus di utamakan, jangan sampai menimbulkan hal-hal yang bisa merugikan kedua belah pihak baik yang pro maupun kontra dengan menciptakan hal-hal yang positif, dan ketika terjadi konflik akan berpengaruh kepada pertumbuhan Kita yang sedang naik ini,“terang Hengky.

Menurutnya, sesorang dalam menyampaikan aspirasi untuk tidak merugikan pihak lain dan harus di sampaikan dengan cara yang lebih bijak dan profesional.

“ Dalam menyampaikan aspirasi itu, jangan memojokan berbagai pihak dan sebagainya dan untuk menyampaikan sesuatunya, harus professional, “tutupnya.

Untuk menjaga situasi keamanan dikedua belah pihak, Ratna Sarumpet diterbangkan kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Airline Boing GA063 dan massa yang mengetahui Ratna Sarumpaet bertolak ke Jakarta ikut membubarkan diri. BGS/IKA