Subkontraktor PLN Gunung Kijang Terjaring OTT Tim Saber Pungli Polres Bintan

Teguh Firman (26), karyawan PT Haleyora Power, Subkontraktor PLN Gunung Kijang saat sedang di BPAP

TERDEPAN.CO.ID, BINTAN- Tim Sapu Bersih (Saber) Pengutan Liar (Pungli) kembali tangkap tangan Teguh Firman (26), karyawan PT Haleyora Power, Subkontraktor PLN Gunung Kijang, saat menerima uang sebesar Rp2,5 juta dari korbannya dengan modus pemasangan daya listrik baru di Kampung Bugis, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Rabu (12/9/2018).

Tempat OTT

Kronologi berawal saat Tim Saber Pungli menerima keterangan anggotanya, yang mendapat informasi warga tentang adanya pungutan liar berupa permintaan biaya dalam pemasangan daya baru listrik PLN di Toapaya, yang segera di tindak-lanjuti keterangan tersebut dengan melakukan pengamatan dan undercover terhadap terhadap tersangka.

Saat proses penerimaan uang, Tim Saber Pungli, melihat tersangka sedang menerima uang dari korbannya yang ada di kediaman rumah korban, kemudian Tim Saber Pungli langsung bergerak untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tersangka pada saat proses menerima uang dari korban.

Dengan kejadian tersebut, Tim langsung mengamankan tersangka ke Mapolres Bintan dan melakukan penyelidikan secara berkelanjutan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan melalui pesan tertulisnya, Kamis (13/9/2018) menyampaikan, berdasarkan pengakuan tersangka saat tertangkap tangan, tersangka mengakui biaya yang seharusnya untuk mendaftar pemasangan baru tidak sampai diangka Rp.1 juta dan sisa dari biaya wajib yang seharusnya di bayarkan kembali justru masuk ke dalam kantong pribadinya.

Dalam pemaparannya, Adi Kuasa membeberkan, tersangka merupakan Subkontraktor di Perusahaan PLN wilayah Gunung Kijang Bintan, dan tersangka dalam pelaksanaannya sudah melakukan kegiatan yang sama secara berulang.

“ Tersangka ini sudah melakukan secara berulang dan apa yang sudah dilakukannya tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, apalagi tugas pokok dari subkontraktor hanya sebatas melakukan pekerjaan perbaikan, “ tutur Adi.

Saat ini tersangka sudah berada di Mapolres Bintan dan Barang Rp. 2.5 juta ikut diamankan guna penyelidikan secara lebih lanjut. (*)

Editor : IKA

 

 

SHARE