Sidang Pra Peradilan Dorkas Lomi Nori, Dimenangkan Kepolisian

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Sidang pra peradilan dengan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Dorkas Lomi Nori di pengadilan Negeri Batam tidak dikabulkan oleh Majelis Hakim, Selasa (04/09/18).

Sidang yang di pimpin oleh Hakim tunggal Reni Pitua Ambarita dengan agenda Putusan, secara sah di tolak permohonan praperadilan oleh Majelis Hakim dan penetapan surat perintah penahanan terhadap Dorkas adalah sah menurut hukum.

“Sehubungan dengan perkara ini menolak esepsi pemohon dalam pokok praperadilan dan menolak dari semua tuntutan pemohon, Penetapan surat perintah penahanan adalah sah dan sesuai hukum, dan dibebankan biaya sebesar Rp 0, “tutur Hakim dalam kesimpulan yang dibacanya.

Sidang praperdilan Dorkas Lomi Nori dinyatakan ditolak secara keseluruhan dan di tutup oleh Hakim tunggal Reni Pitua Ambarita.

Kombes Toto Wibowo mengatakan bahwa sidang praperadilan telah selesai dan seluruh permohonan dari pemohon di tolak oleh Hakim.

“untuk kegiatan pra peradilan ini selesai dengan putusan 10 dalil dan dari pemohon di tolak pra peradilannya dan untuk penetapan tersangka sah dan di bebankan biaya walaupun nihil, ”jelas Toto.

Ia juga menambahkan jika perkara pokoknya sudah sedang berjalan dan berkas sudah di kirim kepada Jaksa Penuntut Umun (JPU).

“Perkara pokoknya sedang berjalan berkas sudah dikirim ke JPU jadi kita tinggal menunggu perkara pokok yang akan berjalan berikutnya, “terangnya.

Tidak sama dengan yang di utarakan oleh Penasehat Hukum (PH) Pemohon Zevrijn Boy Kanu mengatakan bahwa, kliennya tidak pernah menandatangani terkait keterangan saksi dan menurutnya kasus ini tidak sah menurut hukum.

“ Kita sudah menduga sejak awal bukti-bukti yang diberikan di awal, menurut Kami patut di ragukan, karena bukti dari saksi sampai dengan pemanggilan prosedural itu, sama sekali tidak pernah di tanda tangani oleh ibu Dorkas, bagaimana mungkin itu bisa sah secara hukum? itu yang perlu kita buktikan, “ jelas Boy.

Ia menegaskan, Hakim mempertimbangkan adanya bukti surat dan para saksi.

“Jadi menurut Saya, klien Saya tidak bersalah melakukan tindak pidana penipuan, karena tidak ada bukti sama sekali, ya kita tunggu P21 kita hadapi pokok perkaranya, inikan prapid tentang penangkapan dan penahanan jadi tidak ada banding, kecuali tentang penyidikan baru kita bisa banding, “ ungkapnya.

Boy dalam keterangannya menyampaikan, akan menerima semua keputusan Hakim namun tidak akan menyerah begitu saja atas keputusan Hakim dan akan memberikan bukti yang lain bahwa Kliennya tidak bersalah atas tindakan penipuan lahan 1000 meter kepada Hartono yang juga berprofesi sebagai seorang pengacara.

“ Kita terima tetapi kita tidak menyerah sampai disini karena kita yakin tidak sampai disini tidak ada satu buktipun yang bisa membuktikan bahwa klien kami ini telah melakukan penipuan lahan kepada saudara Hartono, “ jabarnya.

Dalam keterangan yang sama, Boy yang juga sebagai penasehat hukum Dorkas menyatakan bahwa hubungan Kliennya dengan Hartono sebelumnya memiliki hubungan rekanan kerja, yang dalam kasus ini adalah sebagai bantuan pertemanan untuk membantu membayar Kios kantor yang ada di Legenda senilai Rp.250 juta yang dikirim sebanyak 5 kali oleh Hartono bukan sebagai pembayaran lahan seluas 1000 meter seperti yang dilaporkan pelapor.

“ Hubungan Hartono dan Ibu Dorkas ini apa, dan sampai saat ini tidak ada satupun saksi yang menyatakan Ibu Dorkas ini ada tanda tangan perjanjian jual beli lahan, dengan harga Rp. 250 juta, dan pengiriman uang tersebut karena adanya hubungan kerja antara Hartono dan Ibu Dorkas karena Ibu Dorkas tersebut adalah Kepala Cabang di kantor tersebut dan Hartono juga bekerja disitu, dan uang tersebut adalah untuk operasional kantor dimana mereka bekerja bersama-sama, “pungkas Boy. BGS

 

Editor : IKA

SHARE