Dua Perusahaan di Batam Membutuhkan 6000 Pekerja Sektor Migas

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Kabar berita bagi para pencari kerja, mulai bulan Agustus 2018, Perusahaan MC.Dermot dan SMOE membuka lowongan kerja lebih dari 6000 orang yang akan di salurkan dalam sektor Job Migas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirty mengatakan, penyerapan dan perekrutan tenaga kerja yang akan di salurkan ke perusahaan MC Dermot dan SOME ini harus memenuhi beberapa criteria khususnya pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidangnya dengan batas usia maksimal 45 tahun, selasa (22/08/18) di Batam Centre.

“Jadi mulai dari bulan Agustus 2018, beberapa perusahaan di Batam membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, tetapi mereka meminta tenaga kerja yang sudah mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun usia max 45 tahun ini untuk pekerja pekerja di sektor migas terutama untuk welder dan pipeter, pipeter bagian fitterstractur. untuk welder ini mereka butuh klasifikasinya adalah SMAW6G untuk pengelasan pipa, “terangnya.

Ia menyampaikan, sebelunya karyawan yang bekerja untuk welder ini cukup banyak di Batam,karena 2 tahu belakangan ini sempat vakum (No job) dan para pekerja telah mendapatkan pekerjaan di luar daerah maka perusahaan yang ada di Batam kekurangan tenaga kerja.

“Pada tahun depan di 2019 MC Dermot dan SMOE membutuhkan lebih dari 6000 orang pekerja, “terangnya.

Rudi mengatakan, sampai saat ini data yang sudah diterima, sudah terdaftar 3000 pekerja yang mendaftarkan diri dan diperkirakan sampai bulan 4-5 tahun 2019 masih melakukan perekrutan.

“ Di proyeksikan pada tahun depan ini akan membutuhkan lebih dari 6000 orang, sekarang baru 2000 ditambah 1000 sekitar 3000-an lah dan puncaknya di perkirakan bulan 4 atau bulan 5 tahun depan, jadi sekarang perusahaan itu tetap merekrut untuk welder dan fitterstractur.

Untuk perusahaan di Batam, tercatat saat ini perusahaan MC Dermot banyak melakukan perekrutan selain perusahaan SMOE yang ada di Kabil karena kedua perusaan ini memiliki kemiripan dalam bidang yang mereka kerjakan dengan kontrak 3 tahun kedepan dan akan mendapatkan kontrak kembali 2 tahun yang akan datang setelah kontrak ini habis.

“ Pekerjaan yang dilakukan sekarang itu untuk 3 tahun kedepan, mereka akan dapat kontrak yang baru lagi untuk 2 tahun kedepan, setelah 3 tahun kontrak ini habis gitu lo! jadi mudah-mudahan setelah 3 tahun kedepan, berarti tahun 2021.

Rudi dalam pernyataan yang sama, menyampaikan keoptimisan setelah kontrak ini, kedepannya perusahaan tersebut akan mendapatkan kontrak pekerjaan yang lainnya yang tentunya sebagai awal menggeliatnya perindustrian di Batam yang sempat vakum.

Disisi kebutuhan lapangan kerja di sektor Migas, pada sektor Shipyard, Dirinya menyampaikan belum terlihat perubahan yang menggembirakan.

“Sementara untuk sektor Shipyard masih biasa-biasa saja, hasil saya bicara dengan kawan-kawan di Tanjung Uncang mereka lagi coba mengambil pekerjaan yang di tenderlah, “ tuturnya.

Dengan masuknya tender lapangan pekerjaan di sektor Migas yang merekrut puluhan ribu pekerja, Rudi berharap akan mampu menjawab kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di Batam saat ini, apalagi upah dalam sektor ini lebih tinggi di banding di sektor lainnya.

“Saya berharap mereka dapat mendapat pekerjaan ini, karena bagaimana pun di sektor migas ini perputaran uang cukup tinggi, karena pekerja migas gaji mereka 2 kali jauh lebih besar dari pekerja di manufakturing, apabila di terimanya 2 ribu orang di sektor ini itu sama dengan 4 ribu orang di sektor manufacturing, peredaran uangnya justru lebih besar, “ pungkasnya.

Dari informasi yang beredar di masyarakat di ketahui MC Dermot mendapatkan tender pekerjaan senilai Rp. 41 Triliun untuk pekerjaan sektor Migas ini. IKA

 

 

 

 

 

SHARE