Pengacara Tidak Hadir, Tersangka Sabu 1.6 Ton Mendapat Pendampingan Gratis

Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan YaoYin Fa duduk di kursi pesakitan dengan dakwaan hukuman mati

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Sidang Perdana pembacaan dakwaan keempat tersangka berke-warganegaraan China, dengan barang bukti sabu seberat 1.6 Ton tidak di dampingi penasehat hukumnya (lowyer), selasa (23/07/18) di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Ketidak hadiran penasehat hukum keempat tersangka diketahui karena adanya pencabutan terhadap lowyer sebelumnya dan diganti dengan pengacara yang baru. Namun pada saat persidangan, kuasa hukum yang dimaksud tidak juga menampakan diri untuk memberikan bantuan.

Ketua Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhammad Chandra, SH., MH, Redite Ika Septina, S.H.,M.H. (anggota) dan Yona Lamerossa Ketaren, S.H.(Anggota) langsung menunjuk kuasa hukum pengganti sementara yaitu dari LBKH An-NisaBatam (Elisuwita dan kedua rekannya Rudianto dan Tantimin)

Pada waktu awal didampingi penasehat hukum dan mencabut kuasanya, karena tidak didampingi kuasa huku dan ini hukum pidana maka Majelis Hakim berkewajiban menunjuk pengacara lain yang diberikan secara gratis (prodeo).

“ Apabila penasehat yang sudah di tunjuk sudah ada, maka pengacara yang sekarang bisa bergabung atau memakai penasehat hukum yang ada, “ terang Chandra.

Ia menegaskan pemberian pendampingan penasehat hukum secara gratis dimaksudkan untuk memberikan kelancaran persidangan .

“ Untuk kelancaran persidangan Majelis menyiapkan penasehat hukum dan mereka berhak untuk mendapatkan pendampingan secara gratis , dan terdakwa nantinya juga berhak menolak, “jabarnya.

Diketahui dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut umum, para tersangka yang diwakili oleh Cen Hui membantah telah mengetahui di kapal terdapat sabu sebanyak 81 karung.

“ Pembacaan dakwaan tersebut, Banyak hal tidak sesuai terangnya”.

Di tempat yang sama Cen Mei Sheng mengakui keberadaan narkoba sekian banyaknya setelah tiga hari penangkaapan.

“ Kalau tau ada narkoba begitu banyak , kami tidak akan mau naik kapal tersebut.

Dalam dakwaan yang di bacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alama Wiranta, SH.Msi (Han), E.Agus Suryadi, SH dan Filpan Fajar, DL,SH,MH mengatakan, Lao Wu (DPO) meminta kepada keempat tersangka untuk membawa kapal “ Min Lian yi Yuan” 61870 yang berada tidak jauh dari pelabuhan Huang Qi.

Lao wu menjanjikan upah kepada Chen Hui selaku nahkoda sebesar 15.000 yuan, untuk mekanik sebesar 12.000 dan 10.000 ( Chen Yi pembantu nahkoda dan Chen Meisheng sebagai pembantu mekanik).

Keempat tersangka atas suruhan Lau Wu berangkat dari pelabuhan Lianjiang Fuzhou Chinamenuju sebuah titik koordinat yang telah di tunjuk dengan menaiki kapal yang terdapat sabu-sabu seberat 1,622 Ton (1.622.000 gram) dan selama berlayar di perairan Indonesia tidak pernah melakukan bongkar muat sampai pada akhirnya di tangkap aparat.

Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng dan YaoYin Fa keempatnya diangkap aparat secara bersamaan diatas kapal yang memuat sabu 1.6 ton.

Sidang di lanjutkan pada hari selasa minggu depan. IKA

 

SHARE