Atraksi Wisata Skala Internasional Menjadi Magnet Wisatawan Kepri

 

Tari-Zapin Khas Masyarakat Kepri

TERDEPAN.CO.ID,BATAM – Komisi X DPR RI memandang perlu adanya atraksi wisata berskala internasional di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang akan menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung.

Anggota Komisi X dari Fraksi PKS, Ledia Amaliyah mengaku usulan ini disampaikan terkait dengan permintaan Dinas Pariwisata Batam dan Asita Kepri. Bahkan untuk Batam sendiri per harinya ada 70 trip kapal feri dari Singapura ke Batam.

“Para wisatawan ini haus akan adanya atraksi wisata di Batam. Sehingga untuk semakin menarik mereka, perlu adanya atraksi wisata berskala internasional,” kata Ledia.

Selain itu, Ledia juga berharap agar atraksi wisata berskala internasional ini juga dapat dikelola oleh penyelenggara acara (Event Organizer/EO) internasional, sehingga gaung dan dampaknya juga berskala internasional.

“Batam berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, jadi memang sangat perlu adanya atraksi wisata berskala internasional. Kementerian Pariwisata harus mampu menghadirkan atraksi itu di Batam dan bekerja sama pelaksanaannya dengan EO internasional juga,” jelasnya.

Serasa di Timur Tengah Hal senada diungkapkan Ketua rombongan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, yang mengatakan bahwa Kepri telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 46 miliar pada tahun 2019. Club Med Bintan yang menyajikan pengalaman liburan yang lebih natural healty, meyajikan beragam aktifitas sehat yang bisa dilakukan di alam terbuka, termasuk menghadap ke pantai Lagoi.

Sutan juga mengaku bahwa Komisi X berkomitmen untuk mendukung Kepri dalam mengembangkan destinasi wisata sebagai destinasi ketiga terbanyak dikunjungi wisatawan setelah Bali dan Jakarta.

“Saya dukung para stakeholder di bidang pariwisata untuk memberikan usulan maupun masukan, kegiatan apa saja yang diharapkan dapat meningkatkan arus masuk wisatawan asing maupun wisatawan domestik ke Kepri,” katanya.

Dalam kunjungan ini Komisi X terdiri dari 9 orang anggota Komisi X dan 6 orang staf Komisi X. Serta didampingi langsung oleh Deputi bidang Destinasi wisata Kementerian Pariwisata dan beberapa orang pejabat eselon 2 dan 3 di lingkup Kementerian Pariwisata.(*)