Terduga Pelaku Bom Pasuruan yang Buron Pakai KTP Palsu

KTP diduga milik pelaku ledakan di Bangil, Pasuruan.

TERDEPAN.CO.ID,JATIM-Polisi sampai saat ini masih memburu seorang lelaki berinisial A atau AR yang terlibat dalamledakan bomdi Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Dari Kartu Tanda Penduduk diduga milik pelaku beralamat di Kabupaten Pandeglang, Banten yang tertinggal di lokasi kejadian ada kemungkinan itu palsu.

“Berdasarkan pengecekan alat yamg kami punya, itu tidak ditemukan. Berdasarkan koordinasi dengan Disdukcapil juga tidak ditemukan. Pengecekan on the spot, alamat tersebut tidak ditemukan,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto, saat dihubungi lewat telepon, Kamis (5/7).

Indra menyatakan, di KTP tercatat A sebagai warga di RT 006/RW 007, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Serang Banten. Namun, setelah diperiksa, di Kabupaten Pandeglang tidak ditemukan desa yang dimaksud.

“Kami koordinasi dengan RT 06/RW 04 tidak ada, karena hanya ada sampai RW 06 saja,” katanya.

Meski begitu, Indra menyatakan tetap melakukan penyelidikan dan mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu, apakah warga Kecamatan Karang Tanjung ada mengenali lelaki itu.

“Tapi kami tetap melakukan penyelidikan jika ada warga yang melihat di foto tersebut (diharapkan melapor),” katanya.

Ledakan diduga bom itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pepaya RT 01/RW1, Kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan kejadian bermula saat pemilik kontrakan, Saprani, melapor ke polisi telah terjadi ledakan sebanyak dua kali di rumah itu sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat ledakan pertama, Saprani langsung memeriksa ke dalam rumah dan mengaku mencium bau mesiu. Namun, karena takut akhirnya dia keluar. Setelah keluar, Saprani kembali mendengar ledakan kedua yang akhirnya membuat warga menjauh dari rumah tersebut.

Saat polisi mendatangi rumah tempat ledakan yang dihuni oleh A alias AR sekitar pukul 11.35 WIB, terlihat seorang ibu, yang kemudian diketahui berinisial DR (40) dan seorang anak, berusia 6 tahun, kabur sambil membawa ransel.

Frans menyatakan polisi mengejar keduanya. Kemudian di lorong terjadi ledakan lagi.
Ledakan yang diduga berasal dari ransel yang dibawa saat kabur itu melukai sang anak. Namun di saat bersamaan, pria berinisial A itu justru kabur menggunakan sepeda motor.

Adapun anak yang luka tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian berserta DR, yang diduga adalah ibu dari anak tersebut. Sang anak dibawa ke rumah sakit dan dirawat.(*)