Mahathir Batalkan Proyek KA Cepat Kuala Lumpur-Singapura

TERDEPAN.CO.ID Kuala Lumpur – Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad, berjanji untuk lakukan pembatalan rencana pembangunan kereta api cepat Singapura-Kuala Lumpur. Pembatalan rencana ini diambil Mahathir untuk mengatasi masalah finansial yang tengah dihadapi oleh Negeri Jiran tersebut.

Mahathir juga pernah mengungkapkan bahwa utang Malaysia menumpuk di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

“Kami harus menunda beberapa proyek yang tak terlalu diperlukan, contohnya kereta api cepat. Proyek itu akan dibatalkan,” ujar Mahathir kepada harian The Financial Times.

Menurut Mahathir, proyek kereta api cepat menelan biaya hingga 110 miliar ringgit (Rp 386 triliun). namun proyek sebesar itu dinilai tidak menguntungkan bagi Malaysia.
“Tidak menghasilkan uang satu sen pun bagi kami,” ujar politisi 92 tahun ini.

Mahathir mengatakan, Malaysia dan Singapura memang telah memiliki perjanjian untuk membangun jalur kereta ini. “Kami harus berbicara dengan Singapura soal rencana pembatalan proyek ini,” ujar Mahathir.

Pernyataan Mahathir tentu dapat membuat Singapura kaget. Ditambah pengalaman masa lalu, saat Mahathir menjabat PM Malaysia lebih dua dekade, hubungan Malaysia dan Singapura bisa dikatakan tak pernah terlalu mesra.

Sebagai catatan, Singapura dan Malaysia menandatangani proyek pembangunan kereta cepat ini pada 2016. Pembangunan jalur kereta api sepanjang 350 kilometer tersebut dijadwalkan rampung pada 2026.

Pembangunan kereta api ini nantiKereta api ini nantinya diharapkan mampu memangkas durasi perjalanan darat menjadi hanya 90 menit. Sementara jika melalui jalur darat biasa ditempuh selama 5 jam./Din

SHARE