Moeldoko: Kita Tidak Takut Ham Tapi Menghormati HAM

TERDEPAN.CO.ID-BATAM- Kepala staf kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk memerangi terorisme di Indonesia adalah bentuk tugas dan amanah yang harus di jalankan untuk menjaga keutuhan negara Republik Indonesia, senin (20/05/18) di Media Centre BP Batam.

Moeldoko berpandangan, fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini adalah suatu peristiwa ataupun kejadian yang masih tergolong kecil dibanding ancaman dan tantangan bangsa Indonesia kedepannya yang lebih berat yang harus di hadapi.

“ Ada sebagian kita yang hanya melihat fenomena seperti sekarang ini, ehhh! Entar dulu!, jangan kita hanya melihat sekarang ini saja tapi kita melihat kedepan, apa beban ancaman Negara yang harus di kalkulasi, ngapain kita membuat atau membentuk Koopssusgab kalau pandangan kita hanya tertuju pada letusan kecil-kecil saja, “ paparnya.

Menurutnya, pemikiran yang hanya di lihat saat ini merupakan pemikiran yang keliru dan harus di luruskan.

“ Itu pemikiran yang salah dan itu hanya berpikir sekarang  dan kedepan bagaimana dengan tantangan yang harus di hadapi, kita harus mampu memproyeksi bahwa ancaman kita semakin berat, “tegasnya.

Ia menegaskan, dengan pandangan kedepan akan tugas yang lebih berat dalam menjaga kedaulatan Negara , Ia berpendapat segala sesuatunya harus sudah mulai di persiapkan dengan baik ( pembentukan Koopssusgab).

“ Itulah yang kita siapkan dengan baik, jangan sampai nanti RBP ( Rencana Bangun Tidur) itu nggak boleh, “jelasnya.

Moeldoko menjelaskan tujuan pembentukan Koopssusgab yaitu untuk memantau pergerakan masyarakat ( WNI) yang diindikator adanya gejala melakukan perjalanan ke Suriah.

Moeldoko juga menanggapi adanya keberatan yang di sampaikan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) dalam pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk memerangi terorisme di Indonesia.

“ Kita jalan terus, yang lain berat , biar saja berat sendiri, yang penting bagaimana cara kita menghormati  satu sama yang lain, kita memprotek masyarakat, “jelasnya.

Dirinya berpendapat, tidak ada seorang pemimpin yang mengajarkan kepada prajuritnya untuk takut kepada HAM tapi menghormati HAM

“ Kita melindungi masyarakat dengan membentuk Koopssusgab, bukan berarti kita takut HAM, tapi Kita menghormati HAM. Kegiatan itu amanah dan semuanya terkendalikan. Kenapa takut sama HAM dan itu tidak pernah Kita ajarkan kepada prajurit dan yang Kita ajarkan kepada prajurit adalah menghormati HAM, “pungkasnya.

Sebelumnya Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan dengan pembentukan Koopssusgab yang di bentuk dari satuan elite TNI gabungan dinilai sangat berlebihan, karena ancaman yang terjadi saat ini di masyarakat masih tergolong dalam skala kecil dan masih mampu diatasi oleh aparat Kepolisian. IKA