Viral, Foto Anak Dihukum Guyurkan Oli Bekas ke Kepala karena Diduga Mencuri

TERDEPAN.CO.ID, YOGYAKARTA– seorang anak yatim piatu mengguyur kepalanya dengan oli viral di media sosial.

Foto itu memuat keterangan bahwa anak itu dihukum mengguyur kepalanya dengan oli bekas setelah diduga mencuri onderdil di bengkel.

Sehadi Utomo, Kepala Dukuh Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, membenarkan peristiwa tersebut.

Dia menuturkan, peristiwa itu terjadi di bengkel milik Arief Alfian pada Senin (23/4/2018). Anak laki-laki dalam foto itu berinisial LF, seorang anak yatim piatu dan masih duduk di kelas 2 SMP.

Anak itu datang bersama temannya karena rantai sepedanya putus. Mereka minta rantainya dibetulkan. Setelah dibantu, Arief, lanjut Sehadi, melihat bocah LF memasukkan sesuatu ke dalam bajunya.

Minta kepada keponakan saya ini agar dibetulkan,” ujar Sehadi saat ditemui, Senin (30/4/2018).

Sehadi menuturkan, saat dicek, ternyata rantai tidak bisa dibetulkan dan harus diganti. Namun LF mengaku tidak punya uang untuk menganti rantai. Lalu Arief, lanjutnya, memberi bantuan penggantian gratis.

Namun, saat Arief cuci tangan, sekilas dia melihat LF memasukan sesuatu ke dalam bajunya. Ketika dicek, ternyata LF mengambil onderdil sepeda motor.

“Lalu ditanya ambil apa? Dinasehati, sudah ditolong kok masih mengambil tanpa izin. Itu kan tidak baik,” tuturnya.

Arief, lanjut Sehadi, lalu memberikan pilihan kepada LF, membawa orangtuanya ke bengkel atau mengguyur kepala dengan oli.

“Diberi pilihan, anak bilang jangan sampai orangtuanya tahu. Terus dia milih mengguyur kepala dengan oli bekas,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, foto seorang anak sedang mengguyur kepalanya dengan oli bekas viral di media sosial. Foto tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook Rohmat Tri Anto di Grup Info Cegatan Jogja (ICJ) pada hari Senin (30/4/2018). Foto itu berasal dari akun milik Mas Hadi Urc.

Pemilik Bengkel Meminta Maaf

Arif Alfian (37), pemilik bengkel di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatam Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku menyesal karena menghukum anak yang mencuri di bengkel dengan menyiram oli di kepala. Dia juga meminta maaf.

“Untuk ini saya minta maaf sudah melakukan (tindakan saya) tidak benar untuk anak. Dari hati saya minta maaf,” jelas Arif ketika ditemui wartawan di bengkelnya, Senin (30/4).

Usai ketahuan mencuri, Arif sebenarnya memberi pilihan akan melaporkan anak tersebut ke orang tua, namun si anak tidak mau. Ia pun membawa anak tersebut ke kepala dusun setempat, dan mendapat hukuman mandi oli.

Dia juga mengaku awalnya tidak tahu anak tersebut adalah anak yatim piatu. Dia baru tahu setelah mengecek ke sekolah anak tersebut usai kejadian. Arif menyesal dan sudah bertemu dengan wali anak itu untuk memberikan bantuan.

“Awalnya saya enggak tahu, begitu saya tahu (yatim paitu), saya dan istri justru ingin membantu sekolah anak tersebut,” ujarnya.

Arif mengatakan barang yang dicuri bocah tersebut adalah pedal persneling motor yang harganya tidak begitu mahal, namun di satu sisi ia menyebut ingin memberi pelajaran agar anak tersebut sadar dan tidak mengulangi perbuatan salahnya.

Ia menegaskan bahwa ia tidak memaksa anak tersebut mengguyur diri menggunakan oli. Namun si anak tersebut memilih pilihan mengguyur oli daripada dilaporkan kepada orangtuanya. Hukuman anak siram oli di kepala itu menurut Arif sebagai pelajaran di masa depan agar tidak mencuri kembali.

“Awalnya biar kapok saja. Dia ambil oli guyur sendiri, biar kapok nggak nyuri lagi. Isinya tinggal separo di jeriken,” kata Arif.(*)

SHARE