Puluhan TKI Illegal & WNA Banglades di Tangkap Tim WFQR

TKI Illegal Tujuan Malaysia di Amankan Tim WFQR di Dermaga Batu Ampar Batam

BATAM,TERDEPAN.CO.ID- Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam, bersama Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan penangkapan terhadap speedboat tanpa nama mesin Yamaha 250 PK sebanyak 3 unit, yang membawa TKI Illegal sebanyak 49 orang, yang terdiri dari 40 orang WNI ( 36 laki-laki dan 4 perempuan) serta 9 WNA asal Banglades dengan ABK 4 orang, di sekitar perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa Batam pada Selasa (17/04/18).

Sembilan WNA Banglades ikut dalam rombongan kapal pengangku TKI Illegal

Penangkapan berawal adanya informasi Intelejen bahwa akan adanya aktifitas pengiriman TKI Illegal dari Batam dengan tujuan Malaysia, yang di tindak lanjuti oleh Tim patroli dengan melakukan penyekatan di beberapa titik yang di mungkinkan akan di lalui oleh kapal tersebut, pada tanggal 16 april 2018 sekira pukul 17.00 WIB.

Dan pada pukul 23.45 WI pada saat tim melaksanakan penyekatan, terdeteksi secara visual terlihat adanya speedboat yang mencurigakan dari arah Teluk Mata Ikan Nongsa Batam menuju kearah Malaysia, dan selanjutnya di lakukan pengejaran dan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan di Dermaga Batu Ampar, di temukan dua orang mengkonsumsi narkotika sejenis ekstasi yang di ketahui dari hasil pemeriksaan test urine.

Danlanal Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, para TKI Illegal tersebut dari daerahnya di pungut biaya perorang sedikitnya Rp. 1,5 jt sampai Rp. 2 jt kepada para penyalur agar bisa di berangkatkan ke Malaysia melalui jalur tikus.

“ Mereka yang WNI ini berangkat dari daerahnya naik pesawat ke Batam da nada yang di pungut biaya Rp.1.5 juta sampai Rp.2 juta rupiah, dan sampai di Batam di berangkatkan menggunakan kapal speedboat melalui jalur tikus tanpa menggunakan paspor, “ jelasnya.

Sedangkan para penumpang WNA ini di berangkatkan dari Bali menuju Batam dan di lanjutkan menuju Malaysia.

Kapal speedboat yang di gunakan untuk mengangkut 49 orang Tenaga Kerja illegal

Adapun speedboat dan ABK kapal akan dikenakan undang-undang pelayaran, sedangkan para TKI Illegal akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Pelayanan Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Imigrasi dan BNN Kota Batam sebagai instansi yang berwenang. Adapun dugaan pelanggaran adalah tindak pidana pelayaran, keimigrasian, penyalahgunaan Narkotika dan perlindungan pekerja imigrasi Indonesia. IKA

SHARE