BP Batam Membuka Ruang Investor Membangun Pelabuhan Tanjung Sauh

BATAM,TERDEPAN.CO.ID- Guna mempercepat pembangunan perekonomian Batam, Badan pengusahaan (BP) Batam membuka ruang kepada Investor untuk berinvestasi membangun Pelabuhan Tanjungsauh.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dalam pagelaran acara seminar yang bertajuk “ The Future of Batam Creating a Regional Hub” yang di selenggarakan oleh Indonesia Economic Forum di Hotel Radison Kota Batam, selasa (27/02/18) mengatakan, Batam sebagai daerah yang memiliki arus lalu lintas barang ekspor dan impor lintas Negara membutuhkan pelabuhan peti kemas yang memiliki kapasitas yang lebih besar.

“ Kami BP Batam akan membuka ruang kepada Investor untuk berinvestasi membangun Pelabuhan Tanjungsauh yang tentunya akan di berikan kemudahan dan insentif, “ papar Lukita.

Lukita mengatakan, sebagai wilayah lintas perdagangan barang ekspor-impor yang sangat strategis, Batam membutuhkan pelabuhan peti kemas berkapasitas besar untuk menunjang arus lalu lintas barang, sedangkan pelabuhan peti kemas yang di miliki Batam, dalam hal ini Batu Ampar hanya memiliki kapasitas 300-400 teu ( Twenty-footequivalent ) dalam unit pertahunnya.

Ia menjelaskan melihat kebutuhan akan kapasitas pelabuhan arus lalu lintas barang Ekspor dan Impor yang lebih besar, realisasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Sauh akan segera digesa.

“ Sekarang yang sedang kita dorong itu, dengan pak gubernur itu adalah membangun Jembatan Batam-Bintan, yang jelas ini akan mempercepat mobilitas yang akan menggerakan sumberdaya dari Bintan ke Batam atau sebaliknya Batam ke Bintan, dengan adanya koneksi antar pulau, baik Batam, Bintan dan Karimun dan ini tentunya akan mempermudah konektifitas antar Hinterland, “ terangnya.

Kedepannya untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Sauh, BP Batam akan melakukan sinergitas dengan Pemko Batam dan Pemerintah Kepri.

“ Kami akan bersinergi dengan Pemko yaitu pak Walikota dan Pemrov kepri yaitu Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk membicarakan hal ini , guna menunjang pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh yang letaknya cukup strategis, langsung berhadapan dengan laut bebas, ‘terangnya.

Menurutnya, saat ini hubungan birokrasi BP Batam dengan Pemko Batam terkait status lahan tidak mengalami hambatan, dan dua intansi ini di dukung dengan Pemprov Kepri akan bersinergitas membangun infrastruktur Pelabuhan Tanjungsauh, yang di targetkan apabila pelabuhan ini bisa terealisasi, akan mampu mencapai 800 Teus ke atas, ‘ lanjut Lukita.

Lukita menegaskan, Pelabuhan Batu Ampar akan di lakukan up-grade dengan menambah kapasitas serta fasilitas dan penambahan mesin Crane, yaitu dari kapasitas teu pertahunnya rata-rata 300-400 teus menjadi 800 teu pertahunnya ( dua tahun kedepan).

Adapun lintas barang peti kemas yang melewati perairan Selat Malaka dan memasuki perairan Indonesia saat ini mencapai 340 juta teu tiap tahunnya, yang sangat menguntungkan Batam sebagai jalur lintas barang yang langsung berhadapan dengan alur pelayaran perairan Internasional.

Pembangunan Pelabuhan Kontainer Tanjung Sauh ini rencananya akan dilengkapi dengan jembatan yang menghubungkan empat pulau, yakni Batam-Tanjung Sauh, Pulau Buru – Pulau Bintan dengan panjang 7 km. IKA