Komisi I DPRD Kampar Keluhkan BNK Yang Mati Suri

Batam,terdepan.co.id- Rombongan Komisi I DPRD Kampar lakukan kunjungan Kerja ke Kantor Badan Narkotika Nasional Kota Batam (BNNK), kamis (08/02/18) untuk mengetahui dan belajar tentang eksistensi peranan BNNK Batam dalam mekanisme penanganan P4GN di Batam.

Kunjungan tersebut tentunya sebagai acuan percontohan yang akan di terapkan dalam pembentukan BNK Kampar menjadi BNNK Kampar nantinya.

Wakil Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum H. Yuli ahmad S.SoS memaparkan tentang kondisi BNK Kampar yang hampir mati suri karena keterbatasan anggaran yang ada saat ini.

Ia menegaskan di tahun 2017 yang lalu, BNK Kampar dengan pegawai honorer sebanyak 50 orang harus di rumahkan, karena anggaran yang biasa di dapatkan dari APBD tidak ada ( 0 persen). Hal ini yang membuat keprihatinan tim Komisi I Kampar untuk mengusulkan dan mengajukan pembentukan BNNK ke pusat.

“ BNK Kampar di tahun 2017 tidak mendapatkan anggaran sama sekali dari Pemerintah setempat (APBD) dan kondisinya saat ini hampir mati suri, padahal luas daratan 10.983 km2 dengan penduduk 800 ribu jiwa lebih tinggal di berbagai pelosok desa yang tentunya sangat rawan penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba, dan dengan tidak adanya kegiatan BNK di Kampar tentunya sangat memprihatinkan, “ paparnya.

Kepala BNNK Batam Sudarsono, dalam arahannya, ikut prihatin dengan kondisi yang dialami BNK Kampar dan mengusulkan untuk segera mengurus ke pusat agar BNK Kampar bisa segera menjadi BNNK untuk melayani masyarakat dalam hal pemberantasan dan pencegahan narkotika di wilayah mereka. IKA