DBD Menjadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan Kota Batam

Batam,Terdepan.co.id– Musim Hujan di Penghujung Tahun 2017, Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian yang serius dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Rabu (22/11/2017) terbukti baru-baru ini, di temukan laporan adanya satu anak usia 11 tahun meninggal akibat Nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk pembawa virus Dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Selain Aengue, A. Aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, Chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr.Kusmarjadi.Sp.OG di temui di tempat prakteknya di RS.Nuraini Batu Aji Kota Batam mengatakan, cara yang  paling ampuh yaitu dengan metode 3M (+) yaitu anjuran kepada masyarakat untuk menggalakan Humanity dengan hidup bersih dan sehat.

“Kita sekarang sedang menggalakan Humanity, agar setiap rumah nantinya memiliki satu human yang sedang kita berdayakan, untuk hidup bersih dan sehat, “ jelasnya.

Menurutnya, di Batam, nyamuk jenis ini biasa di jumpai di daerah yang padat penduduk seperti daerah Sagulung dan Batu Aji serta Sungai Panas. Dan di daerah Sungai Panas daerah Baloi Kolam Batam Centre, Nyamuk penghisap darah ini sering di temui.

“ Nyamuk demam berdarah itu ada di air yang bersih di dalam tampungan atau genangan air seperti tempat wadah atau ember terbuka dan kita pernah turun ke sana, saat ada kejadian kasus DBD, dan setelah di survei ternyata memang nyamuknya itu ibaratnya kalau di bikin seperti rempeyek itu bisa, karena sangking banyaknya, “ papar dr.Didi.

Dari pantauan di lapangan di daerah Baloi Kolam, sampah nampak bertebaran hampir di setiap sudut rumah dan lingkungan warga di sekitarnya. Sejumlah anak kecil bahkan tanpa segan bermain air kotor yang bercampur dengan sampah plastik

Warga beralasan, tidak adanya alat angkut sampah sangat menyulitkan masyarakat untuk membuang sampah rumah tangga, mereka berinisiatif membuang sampah dengan membakarnya, namun karena tempat yang terbatas, sebagian sampah berterbangan dan berserakan menjadi pemandangan hari-hari masyarakat.

“ Kami bingung mau buang sampah, karena tidak ada mobil sampah yang datang, dulunya ada tapi sekarang sudah tidak ada, kalau musim hujan nyamuk banyak, kami mengatasinya menggunakan minyak anti nyamuk, bahkan tetangga saya ada beberapa orang anaknya baru terkena DBD, semoga saja Pemerintah mau memperhatikan warga di sini khususnya tentang sampah, “ tutur  Mariam RT 05.RW 16 Baloi Kolam.

Baru-baru ini dari laporan Puskesmas Batu Aji, telah di temukan satu kasus DBD yang menyebabkan satu orang anak berusia 11 tahun meninggal dunia warga Batu Aji Kota Batam. Namun demikian wilayah kerja Puskesmas dimana anak tersebut meninggal dunia di nyatakan puskesmas dengan predikat Bagus dari hasil pujian Anggota DPRD Kota Batam Ricky Indrakari dalam pemberantasan Nyamuk yang di nilai cukup berhasil karena mampu menekan angka penurunan DBD pada bulan sebelumnya di tahun yang sama.

Untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Kota Batam akan mengambil langkah dengan mendorong masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. IKA

 

SHARE